Uskup Amboina rayakan 40 tahun membiara di Minahasa - Pendidikan Antara |
- Uskup Amboina rayakan 40 tahun membiara di Minahasa
- 60 mahasiswa Jatim siap bantu korban bencana
- Guru dipecat, gaji 17 bulan belum juga diterima
- Satu juta PNS ditargetkan ikut ESQ
- 110 mahasiswa Undip terima beasiswa BUMN Peduli
| Uskup Amboina rayakan 40 tahun membiara di Minahasa Posted: 13 Jan 2012 10:32 PM PST Manado (ANTARA News) - Uskup Amboina, Maluku, Mgr Petrus Canisius Mandagi MSC, merayakan 40 tahun hidup membiara di Desa Kamangta, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut), dengan misa kudus dihadiri Uskup Manado, Mgr Josef Suwatan MSC, Sabtu. Dalam misa tersebut kedua uskup didampingi sekitar 30 pastor yang ada di Keuskupan Manado maupun Keuskupan Amboina, dihadiri biarawan/biarawati serta umat baik berasal dari Kota Manado, Minahasa maupun dari daerah lain seperti Ternate, Ambon dan dari Jakarta. Uskup Mandagi di awal misa kudus tersebut menyebut kembali motto yang diambil ketika menjadi Uskup Amboina, "Nil Nisi Christum" yang artinya tak ada apa pun kecuali Kristus. Motto ini kembali diangkat Sekretaris Keuskupan Amboina Pastor Agus Ulahaiyanan, Pr ketika didaulat membawakan khotbah misa. "Tidak ada apa pun kecuali Kristus, benar-benar terlihat dan berkarya dalam diri Uskup Mandagi," kata Pastor Agus. Sambil menguraikan beberapa kebaikan Uskup Mandagi dalam tugas pelayanannya kepada umat di Keuskupan Amboina sebagaimana tema bacaan Injil Markus 2:13-17 yang menjadi bacaan inti pada misa ini. Seusai misa dilanjutkan dengan resepsi syukur bersama bersama dengan seluruh umat, para pastor, frater dan umat yang hadir dalam kesempatan syukur hidup membiara dalam tarekat MSC. Uskup Manado, Josef Suwatan MSC dalam sambutannya, bersyukur kepada umat di Stasi Kamangta yang telah mengantar salah seorang umat di daerah ini sehingga menjadi pastor bahkan sebagai Uskup Amboina. Selain peran masyarakat, Uskup Manado juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga turut membantu perjalanan hidup Uskup Mandagi sehingga berjalan baik dan diterima umat di Maluku. |
| 60 mahasiswa Jatim siap bantu korban bencana Posted: 13 Jan 2012 10:20 PM PST Surabaya (ANTARA News) - Sebanyak 60 mahasiswa dari 30 universitas Jawa Timur siap membantu korban bencana di seluruh daerah, karena mereka sudah dilatih menjadi "Mahagana" (mahasiswa tanggap bencana). "Kami sudah dilatih tim Basarnas dan Dinas Sosial Jatim di Tretes pada 14-16 Desember 2011," kata Menteri Humas BEM Unair Surabaya, David Furiangga, kepada ANTARA di Surabaya, Sabtu. Dalam pelatihan itu, kata mahasiswa FKM Unair itu, puluhan relawan Mahagana itu juga menunjuk Mahagana dari Unair sebagai koordinator Mahagana 2012 dan tahun berikutnya akan dipilih lagi. "Pelatihan di Tretes itu merupakan pelatihan tanggap bencana yang kedua, karena tahun lalu sudah dilatih tanggap bencana longsor, sedangkan di Tretes itu pelatihan tanggap bencana terkait penyelamatan hutan," katanya. Menurut dia, relawan Mahagana juga akan menggelar pertemuan rutin untuk melakukan pelatihan, evaluasi program, dan pemilihan koordinator baru. "Ada pula pertemuan tidak rutin, yakni pertemuan di lokasi bencana," katanya. Setiap ada bencana, maka seluruh relawan Mahagana akan saling berkoordinasi untuk turun ke lokasi bencana. "Tahun lalu, kami turun ke bencana di Merapi, namun hanya 20 relawan," katanya. Secara terpisah, mantan relawan Mahagana di Merapi, Ristianto Putro, mengatakan dirinya turun ke kawasan Merapi dengan tim beranggotakan 20 relawan dari Fisip, FK, Jurusan Perawatan (FF), dan sebagainya. "Saat itu, tim yang turun ke kawasan Merapi memang dibagi dua tim yakni tim medis dan tim recovery (sosial). Tim recovery berasal dari mahasiswa Fisip dan Fakultas Psikologi yang fokus pada penanganan trauma," katanya. Namun, ada pula relawan dari Jurusan Manajemen (FE) yang mengajari masyarakat untuk mengatur kendaraan di lokasi pengungsian agar kendaraan bisa keluar-masuk tanpa hambatan. "Pengalaman kami, warga di kawasan bencana hendaknya jangan mudah panik agar koordinasi dan komunikasi bisa berjalan lancar. Yang jelas, manajemen bencana itu perlu melibatkan masyarakat lokal karena merekalah yang tahu rute di daerah itu," katanya. Ia menambahkan ada pula relawan yang membantu masak di dapur. "Yang jelas, kami turun ke kawasan Merapi selama dua minggu. Pengalaman selama dua minggu akan menjadi pelajaran untuk kami lakukan analisa dan evaluasi," katanya. Sebelumnya (18/12/2011), sebanyak 60 mahasiswa yang tergabung dalam BEM Unair Surabaya membangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal untuk masyarakat di Warugunung, Kecamatan Karangpilang, Surabaya. "Itu merupakan bagian dari Bakti Sehat Airlangga atau BSA di Warugunung pada 18-25 Desember," kata Presiden BEM Unair, Arif Fatchurrahman. |
| Guru dipecat, gaji 17 bulan belum juga diterima Posted: 13 Jan 2012 09:59 PM PST Pekanbaru (ANTARA News) - Tajam (49), seorang guru Sekolah Dasar (SD) Negeri 023, Sungai Jerak, di pedalaman Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, dipecat dan bahkan haknya terhadap 17 bulan mengabdi tak kunjung dicairkan. "Entah apa salah saya. Kemarin orang dinas datang ke kampung kami, saya fikir mau memberikan hak gaji saya. Eh.. malah menyuruh saya untuk tidak mengajar di sekolah. Padahal anak-anak dan orang tua mereka masih sangat mengharapkan saya mengajar," kata Tajam kepada ANTARA di Pekanbaru, Jumat (13/1). Dengan nada tak beraturan, Tajam lewat selularnya yang kerap mati-hidup kembali menjelaskan, bahwa dirinya tidak hanya dipecat, namun gajinya selama 17 bulan lebih mengajar di sekolah rintisannya itu juga tak kunjung dibayarkan. "Bayangkan ... sudah jatuh badan ini, tertimpa tangga pula lagi. Sakitnya aku, tapi siapa yang tau. Makanya awak sampaikan lewat wartawan saja," katanya. Tajam mengakui hanya dirinya yang tidak lagi dibenarkan untuk mengajar. Katanya, dengan alasan pendidikan yang belum memadai, pejabat pemerintahan setempat melalui Dinas Pendidikan memutuskan untuk tidak memasukan Tajam ke dalam daftar pengajar honorer maupun tetap. "Cuma karena saya tidak tamat SMA, saya tidak boleh mengajar. Seharusnya pemerintah daerah kan bisa memberi kesempatan saya untuk mengajar sambil sekolah," tuturnya. SD Negeri 023 Sungai Jerak semula merupakan sekolah swadaya yang diisi oleh para pengajar sukarela, termasuk Tajam selaku guru perintis. Namun, pada Oktober 2010 silam, sekolah tersebut ditingkatkan statusnya menjadi sekolah negeri. Jumlah siswa di sekolah `rimba` ini tidak lebih dari 30 orang. Gedung sekolah yang semula hanya beratapkan pelepah atau dedaunan pepohonan, saat ini sudah dibangun permanen oleh pemerintah setempat melalui dana bantuan sosial yang tersimpan pada pos Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pemerintah setempat. Sungai Jerak sendiri juga merupakan sebuah desa di pedalaman Riau, berjarak sekitar 300 kilometer dari ibukota Provinsi Riau, Pekanbaru. (T.KR-FZR) |
| Satu juta PNS ditargetkan ikut ESQ Posted: 13 Jan 2012 02:59 PM PST Jakarta (ANTARA News) - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar menargetkan sekitar satu juta pegawai negeri sipil atau PNS bisa mengikuti training ESQ. "Ditargetkan dalam 3-4 tahun mendatang sekitar sejuta PNS bisa ikut training ESQ," kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar pada pembukaan Training ESQ Character Building Tingkat I Personal Transformation program kelas Eksekutif. Dia menjelaskan, hal tersebut merupakan salah satu komitmen untuk pembinaan PNS. Menurutnya di samping peningkatan kemampuan, PNS juga memerlukan pembinaan di sektor spiritual. "Pelatihan spiritual menjadi suatu kebutuhan untuk membentuk karakter yang baik," katanya. Dia juga menjelaskan, dirinya pernah mengikuti pelatihan ESQ dan mendapatkan banyak manfaat positif. Sementara itu, Ary Ginanjar Agustian, Presiden Direktur ESQ Leadership Center, mengatakan pihaknya menyambut baik komitmen dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Menurut dia, pembinaan karakter khususnya untuk PNS harus dilakukan dengan pelatihan yang mampu mengubah budaya dalam waktu cepat. "Pasalnya pembentukan karakter sangat penting dan gelar akademis yang tinggi saja belum cukup untuk membentuk pribadi yang baik," katanya. Karena itu menurut dia, perlu pembinaan yang mengembangkan kecerdasan emosional dan spiritual sebagai landasan. |
| 110 mahasiswa Undip terima beasiswa BUMN Peduli Posted: 13 Jan 2012 12:42 AM PST Semarang (ANTARA News) - Sebanyak 110 mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang menerima beasiswa "BUMN Peduli Beasiswa Pendidikan" sebesar Rp1 miliar sebagai kepedulian terhadap mahasiswa berprestasi namun tidak mampu secara ekonomi. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II sebagai perwakilan "BUMN Peduli Beasiswa Pendidikan" Laurensius Manurung kepada perwakilan mahasiswa di Gedung Prof Soedarto Undip, Semarang, Jawa Tengah, Jumat. Menurut Manurung, beasiswa yang disalurkan pada 110 mahasiswa Undip itu merupakan tahap kedua dengan alokasi Rp1 miliar dan total besaran beasiswa "BUMN Peduli Beasiswa Pendidikan" kepada Undip mencapai sebesar Rp4 miliar. Ia menyebutkan, pihaknya menyediakan dana untuk beasiswa mencapai Rp85 miliar yang diberikan kepada 28 perguruan tinggi, antara lain Undip, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Gadjah Mada (UGM). "Besaran beasiswa yang disalurkan pada setiap perguruan tinggi berbeda, misalnya UI yang mendapat Rp10 miliar, ITB dan IPB masing-masing Rp6 miliar, sedangkan Undip mendapat Rp4 miliar yang disalurkan selama empat tahun," katanya. Dari total alokasi beasiswa "BUMN Peduli Beasiswa Pendidikan" sebesar Rp85 miliar itu, lanjut dia, sampai saat ini sudah tersalur sekitar Rp35 miliar, sedangkan sisanya akan segera disalurkan kepada perguruan tinggi penerima. "Untuk seleksi mahasiswa penerima beasiswa, kami serahkan pada pihak perguruan tinggi bersangkutan. Mereka yang menilai, seperti dari indeks prestasi komulatif (IPK) hingga tingkat perekonomian keluarganya," kata Laurensius. Sementara itu, Rektor Undip Prof Sudharto P. Hadi mengapresiasi kepedulian BUMN dalam membantu mahasiswa yang memiliki prestasi, namun tidak mampu secara ekonomi agar dapat mengakses pendidikan tanpa terkendala biaya. Ia menyebutkan, Undip berkomitmen memenuhi kuota 20 persen bagi mahasiswa miskin melalui beasiswa-beasiswa, termasuk "Bidik Misi" dan "BUMN Peduli Beasiswa Pendidikan" untuk membantu pembiayaan kuliah mereka. Dari total mahasiswa baru Undip pada tahun ini yang berjumlah sekitar 8.700 orang, kata dia, berarti ada tanggungan sekitar 1.740 mahasiswa miskin yang harus dibantu pembiayaan kuliahnya dengan pemberian beasiswa. "Sampai saat ini, sebanyak 1.380 mahasiswa sudah mendapatkan beasiswa, termasuk `Bidik Misi` dan `BUMN Peduli Beasiswa Pendidikan`. Sisanya, sudah ada beberapa pihak yang bersedia membantu memberikan beasiswa," katanya. Untuk beasiswa "BUMN Peduli Beasiswa Pendidikan", ia menyebutkan setiap mahasiswa akan mendapatkan sekitar Rp9 juta/tahun yang bisa digunakan untuk membantu membiayai perkuliahan sekaligus biaya hidup sehari-hari. "Penerima beasiswa `BUMN Peduli Beasiswa Pendidikan` tahun ini sebanyak 110 orang. Tahun depan kami seleksi lagi. Seleksi penerima beasiswa ini dilakukan ketat, jangan sampai ada penerima beasiswa dobel," kata Sudharto. (ANTARA) |
| You are subscribed to email updates from ANTARA News - Nasional - Pendidikan To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |