Radar AS diduga rusak satelit Phobos - Sains Antara |
| Radar AS diduga rusak satelit Phobos Posted: 17 Jan 2012 01:31 AM PST Moskow (ANTARA News) - Pancaran elektromagnetik yang sangat kuat dari radar milik Amerika Serikat di Pasifik diduga dapat menyebabkan tidak berfungsinya satelit Phobos-Grunt asal Rusia, kata laporan harian Kommersant pada Selasa. Komisi investigasi pemerintah Rusia sedang memeriksa sejumlah penyebab kerusakan tersebut termasuk korsleting atau "dampak eksternal", kata harian itu mengutip sumber di industri antariksa Rusia. "Para ahli tidak mengabaikan kemungkinan satelit tersebut terkena dampak pancaran (dari radar AS yang bermarkas di Pulau Mashall) dimana sinyal dalam ukuran megawatt memicu kerusakan elektronik di dalam satelit," kata sumber yang tidak ingin disebutkan namanya. Sumber tidak menyebutkan jenis radar namun dia mengatakan hal itu mengawasi lintasan asteroid sewaktu peluncuran satelit Phobos-Grunt. Sumber juga menekankan bahwa sepertinya hal itu lebih kepada sesuatu yang kebetulan ketimbang aksi sabotase. Pejabat komisi di pemerintah Rusia telah menolak mengomentari pernyataan tersebut, kabar Kommersant. Komisi berencana mengabarkan hasil awal investigasi kepada Kepala Badan Antariksa Federal Rusia Roscosmos, Vladimir Popovkin, pada 20 Januari. Sebelumnya Popovkin mengatakan bahwa kerusakan pesawat antariksa milik Rusia yang tidak terjelaskan diduga terjadi karena "gangguan dari fasilitas teknik luar negeri". Hasil resmi investigasi tersebut akan dipublikasikan pada 26 Januari, kata Kommersant. Satelit Phobos-Grunt yang diluncurkan pada 9 November dirancang untuk mengambil batuan dan tanah dari satelit Mars, Phobos, kembali ke bumi. Namun satelit tersebut terdampar di wilayah yang disebut orbit pendukung setelah mesinnya gagal menempatkannya di jalur menuju Planet Merah dan kemudian jatuh ke bumi pada Ahad. Menurut Badan Antariksa dan Aeronautika Nasional (NASA), Rusia telah gagal dalam seluruh 17 upayanya untuk menyelidiki Planet Merah dari jarak dekat sejak 1960. Kegagalan yang terbaru sebelum kejadian November terjadi pada 1996 ketika Rusia kehilangan satelit Mars-96 sewaktu peluncuran, RIA Novosti melaporkan. (B019/H-AK) |
| UGM temukan 100 molekul baru kurkumin kunyit Posted: 17 Jan 2012 01:02 AM PST
Berita Terkait Video Terkait "Kurkumin telah dikembangkan menjadi molekul baru yang mempunyai efek analgetika-antiinflamasi dan bisa dimanfaatkan sebagai terapi kanker," kata peneliti kurkumin dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Supardjan, di Yogyakarta, Selasa. Menurut dia di sela-sela seminar Kunyit Tinjauan Filosofis dan Ilmiah, berdasarkan penelitiannya, kunyit terbukti mengandung senyawa kurkuminoid yang berwarna kuning ternyata mengandung molekul kurkumin, demetoksin kurkumin, dan bisdemetoksin kurkumin. "Untuk turunannya kurkumin ini bahkan sudah diteliti lebih lanjut. Turunan yang merah lebih ke antiinflamasi, sedangkan yang berwarna kuning lebih untuk melindungi hati (hepatotoksik)," katanya. Ia mengatakan, kurkumin juga baik bagi penderita diabetes untuk mencegah tidak terjadi pembekuan atau penggumpalan darah. "Saat ini kurkumin baru dikembangkan sebatas obat herbal dan belum dijadikan obat kimia karena membutuhkan uji klinis dengan waktu lebih lama dan membutuhkan biaya besar," katanya. Menurut dia, tanaman kunyit banyak terdapat di Indonesia dan sudah digunakan oleh masyarakat secara tradisional baik sebagai makanan maupun obat. "Penelitian ilmiah menunjukkan kunyit yang diketahui mengandung kurkumin itu telah terbukti mempunyai khasiat antiinflamasi, antioksidan, antimikroba, antikanker, dan antitumor," kata Supardjan. Peneliti farmakologi Fakultas Kedokteran UGM Nyoman Kertia mengatakan, ekstrak rimpang kunyit juga efektif sebagai antiradang pada penderita penyakit sendi (osteoartritis). "Ekstrak rimpang kunyit memiliki kemampuan dalam menurunkan kadar malondialdehida (MDA) cairan sinovia sendi lutut," kata Kertia. (B015/H010/F002) Editor: Ella Syafputri COPYRIGHT © 2012 Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com |
| You are subscribed to email updates from ANTARA News - Teknologi - Sains To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |