Auditor Teknologi sangat Diperlukan Atasi Inefisiensi |
- Auditor Teknologi sangat Diperlukan Atasi Inefisiensi
- Lapan Duga Satelit Rusia Jatuh Senin Pagi
- Astronom Temukan Gugusan Galaksi Si Gendut
- Tanaman ini Memangsa Cacing di Bawah Tanah
| Auditor Teknologi sangat Diperlukan Atasi Inefisiensi Posted: 12 Jan 2012 03:25 AM PST JAKARTA--MICOM: Penerapan teknologi yang tidak bijak dapat menimbulkan dampak negatif seperti inefisiensi kehidupan, ketergantungan, dan keterpurukan. Oleh karena itu, upaya untuk mengurangi dampak negatif dari penerapan teknologi tersebut perlu dilakukan. ''Salah satunya untuk mengurangi dampak negatif tersebut, perlu adanya audit teknologi yang bertujuan untuk melindungi kepentingan publik dan menghindarkan bencana teknologi,'' kata Meneg Ristek Gusti Muhammad Hatta dalam acara Pengukuhan Ikatan Auditor Teknologi Indonesia (IATI) di Gedung BPPT II, Jakarta, Rabu (11/1). Dalam rilis yang diterima Mediaindonesia.com, Kamis (12/1), disebutkan audit teknologi adalah kegiatan yang sistematis yang bertujuan untuk mencocokan atau membandingkan aset teknologi (humanware, infoware, technoware, dan orgaware) dengan kriteria/standar yang telah ditentukan. Dari sisi waktu, pengkajian teknologi dilakukan sebelum teknologi itu diterapkan, sedangkan audit teknologi dapat dilakukan sebelum dan sesudah teknologi itu diterapkan. ''Yang membedakan adalah dalam melakukan pengkajian teknologi tidak diperlukan standar, sedangkan dalam melaksanakan audit teknologi kita memerlukan standar,'' tambah Gusti. Menurut United Nation of International Strategies for Disaster Reduction, definisi bencana gagal teknologi adalah semua kejadian bencana yang disebabkan oleh kesalahan desain, pengoperasian, kelalaian dan kesengajaan manusia dalam penggunaan teknologi dan/atau industri. ''Jika diidentifikasi ada beberapa penyebab terjadinya kegagalan teknologi, yaitu; kebakaran, kegagalan/kesalahan desain keselamatan pabrik/teknologi, kerusakan komponen, kebocoran reaktor nuklir, kecelakaan transportasi, sabotase atau pembakaran akibat kerusuhan, jebolnya bendungan dan dampak ikutan dari bencana alam yang sering terjadidi sekitar kita.'' Untuk melakukan mitigasi akan terjadinya gagal teknologi tersebut, maka audit teknologi dapat menjadi solusi yang sangat diperlukan oleh suatu Negara. ''Dalam pelaksanaan audit teknologi ini, kita sudah memiliki landasan kebijakannya. Pertama, kita mempunyai UU 18 tahun 2002. Pasal 19 ayat 3(c). Kedua, Perpres 11 tahun 2005 pasal 60 yang menyebutkan bahwa BPPT mempunyai kewenangan memberikan rekomendasi penerapan teknologi dan melaksanakan audit teknologi tersebut,'' papar Gusti.(RO/X-13) |
| Lapan Duga Satelit Rusia Jatuh Senin Pagi Posted: 11 Jan 2012 05:06 PM PST JAKARTA--MICOM: Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) memperkirakan runtuhan satelit milik Rusia Phobos-Grunt, akan jatuh pada Senin (16/1). Satelit itu bertugas mengambil sampel tanah dan batuan serta membawa sampel bakteri, tumbuhan, dan hewan tak bertulang belakang di Mars. "Tepatnya pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB," kata Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan Thomas Djamaludin di Jakarta, Rabu (11/1). Prediksi itu berlaku jika kondisi matahari dalam seperti saat ini. "Namun jika kondisi matahari lebih aktif dari saat ini, prakiraan jatuh akan lebih cepat karena atmosfer akan menjadi lebih rapat. Jika lebih tenang Phobos-Grunt jatuh lebih lambat," kata Thomas. Untuk sementara daerah lintasan jatuhnya runtuhan satelit itu berada di wilayah Samudera Hindia. "Namun peluang untuk jatuh di wilayah Indonesia bisa saja terjadi. Hal ini karena efek pengereman oleh atmosfer sangat dinamis sekali," terang dia. Dia juga mengimbau masyarakat untuk tenang dan tidak khawatir dengan jatuhnya runtuhan satelit ini. "Jika memang jatuh di wilayah Indonesia, Lapan mengimbau agar masyarakat tidak menyentuhnya dan segera menghubungi Lapan," imbuh dia. Astronom Ma'rufin Sudibyo memprediksi Phobos-Grunt akan jatuh sekitar pukul 14.00 pada hari yang sama. (Ant/OL-5) |
| Astronom Temukan Gugusan Galaksi Si Gendut Posted: 11 Jan 2012 04:37 PM PST PARA astronom telah menemukan gugusan galaksi berukuran raksasa. Gugusan galaksi yang ditemukan dengan teleskop Atacama Cosmology di kawasan pegunungan Cile itu diklaim memiliki struktur terbesar di alam semesta. Saking besarnya, gugusan tersebut dinamakan El Gordo, yang dalam bahasa Spanyol bermakna Si Gendut. El Gordo berada dalam jarak tujuh miliar tahun cahaya dan mempunyai massa dua juta kali lebih berat daripada Matahari. Para astronom masih berusaha mencari tahu bagaimana mereka (El Gordo) terbentuk dan bisa bergabung menjadi satu gugusan. "Para astronom berharap untuk lebih memahami bagaimana mereka membentuk, tumbuh, dan bertabrakan dengan satu sama lain," kata Jack Hughes dari Universitas Rutger, Jew Jersey, AS. Dalam Pertemuan Ke-129 Komunitas Astronomis Amerika, yang berlangsung pada 8-12 Januari 2012 ini, para astronom menyebutkan El Gordo sedang merger dan tumbuh lebih besar. "Dengan memahami perangkat dalam El Gordo, kita bisa memahami waktu evolusi formasi struktur alam semesta," jelas Hughes. (BBC/*/OL-10) |
| Tanaman ini Memangsa Cacing di Bawah Tanah Posted: 11 Jan 2012 03:45 PM PST RIO DE JANEIRO--MICOM: Tanaman karnivora atau pemakan daging biasanya ditemukan tumbuh di atas permukaan tanah. Namun di Brasil, sejumlah ilmuwan menemukan tanaman karnivora yang tumbuh di bawah tanah. Tanaman ini menjadikan cacing-cacing di dalam tanah sebagai mangsa mereka. Diungkapkan Rafael Silva Oliveira, peneliti dari State University of Campinas, tanaman yang bernama Philcoxia minesis tersebut ditemukan di padang rumput tropis Brasil, tempat di mana keanekaragaman hayati dilestarikan. Meskipun sebagian besar tanaman tumbuh di permukaan, ada beberapa daun kecil yang bertahan di pasir putih di bawah tanah. "Kami menemukan daun dengan lebar 1,5 milimeter yang dapat menjebak cacing dan menghasilkan enzim pencernaan untuk membantu akar menyerap nutrisi," kata Oliveira dalam laporannya, Selasa (10/1). Para peneliti, lanjut Oliveira, berpandangan bahwa daun-daun Philcoxia yang tumbuh di bawah tanah benar-benar untuk menangkap mangsa. Hal itu mereka simpulkan setelah daun-daun itu dapat mencerna nematoda, atau ringworms. Jadi daun-daun tersebut bukan terjebak di bawah tanah. "Mereka (daun-daun) mungkin terlihat membosankan bagi sebagian orang, karena mereka tidak bergerak atau aktif berburu untuk makanan mereka. Tetapi sebaliknya, mereka telah berevolusi, yang menjadi solusi menarik untuk memecahkan sejumlah masalah umum, seperti kurangnya nutrisi tersedia atau air", terang Oliviera. Oliveira menambahkan, penetapan apakah tanaman ini masuk dalam dalam daftar spesies tanaman karnivora atau bukan hanya tinggal masalah saja, karena tanaman jenis ini memang sangat sedikit di dunia. (Frenchtribune.com/PJ/X-12) |
| You are subscribed to email updates from Mediaindonesia.com To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |