Rusia Tuding Satelitnya Rusak karena Sabotase Asing |
| Rusia Tuding Satelitnya Rusak karena Sabotase Asing Posted: 10 Jan 2012 05:00 PM PST MOSKOW--MICOM: Beberapa kegagalan pada sejumlah satelit Rusia baru-baru ini mungkin hasil sabotase oleh kekuatan asing. Kepala Roscosmos Vladimir Popovkin memang menyetop tuduhan negara yang melumpuhkan satelit Rusia. Namun, dalam wawancara yang diterbitkan pada Selasa (10/1) di harian Izvestia, ia mengatakan beberapa pesawat Rusia telah menderita kerusakan tanpa bisa dijelaskan. Kerusakan itu terjadi saat berada di luar jangkauan fasilitas pengendalian Rusia. Popovkin mengatakan dia tidak ingin menyalahkan, tetapi teknologi modern membuat pesawat ruang angkasa rentan terhadap pengaruh luar. "Saya tidak ingin menuduh siapa pun, tapi hari ini terdapat sesuatu yang kuat dan memungkinkan untuk mempengaruhi pesawat ruang angkasa. Karenanya, mereka tidak dapat dikesampingkan," katanya. Popovkin menambahkan bahwa pada 2013 Rusia akan meluncurkan tiga satelit komunikasi baru yang akan mampu untuk memancarkan kembali sinyal dari pesawat ruang angkasa lain saat mereka terbang di atas belahan bumi lain. Juru bicara Roscosmos Alexei Kuznetsov menolak untuk menguraikan pernyataan Popovkin tersebut. Pernyataan itu merupakan yang pertama kalinya disampaikan seorang pejabat senior pemerintah Rusia yang mengklaim sabotase asing telah digunakan untuk menonaktifkan salah satu satelit negara. Popovkin membuat komentar tersebut ketika ditanya mengenai kegagalan pesawat tanpa awak Phobos-Ground yang menjelajahi salah satu bulan Mars kembar, Phobos, namun kini tengah jatuh menuju Bumi setelah peluncurannya pada 9 November 2011. (AP/OL-5) |
| UGM Kembangkan Teknologi Pengawetan Gudeg Posted: 10 Jan 2012 01:52 PM PST YOGYAKARTA--MICOM: Universitas Gadjah Mada Yogyakarta akan mengembangkan teknologi pengawetan gudeg, makanan khas Yogyakarta berbahan baku nangka muda, agar lebih tahan lama. "Salah satu cara mengawetkan gudeg adalah dengan teknologi pengalengan. Gudeg dikemas dalam kaleng sehingga lebih awet dan tahan lama," kata peneliti pangan dan gizi Universitas Gadjah Mada (UGM) Eni Harmayani di Yogyakarta, Selasa (10/1). Menurut dia, Thailand saat ini telah mengembangkan nangka dalam kaleng yang bisa tahan sampai satu tahun, sehingga pengembangan gudeg dalam kemasan kaleng juga bisa dilakukan. Rencananya, kata dia, para penjual gudeg di Yogyakarta akan diberikan pendampingan dan pelatihan tentang teknologi tersebut. "Jenis nangka yang paling baik digunakan sebagai bahan baku untuk membuat gudeg adalah nangka yang kulitnya hijau, karena tekstur kompak dan tidak hancur saat direbus," kata Eni. Rencananya UGM akan membuat tiga kelompok yang bertugas untuk membantu budi daya tanaman, teknologi pembuatan gudeg, serta pendampingan produksi dan pemasaran. "Dalam hal ini perlu dipikirkan cara membuat gudeg yang bisa tahan lama dengan tidak mengurangi cita rasa dan produksi massal yang proses pemasarannya juga didukung," katanya. (Ant/OL-5) |
| You are subscribed to email updates from Mediaindonesia.com To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |