Saturday, January 7, 2012

Kisruh UI, Sang Rektor Enggan Komentari Gugatan ICW - Republika Online

Kisruh UI, Sang Rektor Enggan Komentari Gugatan ICW - Republika Online


Kisruh UI, Sang Rektor Enggan Komentari Gugatan ICW

Posted: 07 Jan 2012 05:15 AM PST

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Rektor Universitas Indonesia (UI), Gumilar Rusliwa Somantri, masih belum mau membuka suara terkait gugatan Indonesia Corruption Watch (ICW) ke Komisi Informasi Pusat (KIP) beberapa waktu lalu.

Alasannya, sampai sejauh ini Rektorat UI belum mendapatkan gugatan langsung dari ICW. "Kami belum menerima gugatan tersebut. Sejauh ini kami baru mendengarnya lewat media, jadi belum bisa mengeluarkan komentar," ujar Asisten Pribadi Gumilar, Devie Rahmawati, Jumat (6/1).
 
Sebelumnya, ICW menyatakan Rektor UI telah melakukan kebohongan publik terkait permohonan informasi publik yang diajukan ICW kepada Gumilar 3 pada Oktober 2011 lalu. Menurut ICW, Gumilar tidak mengungkapkan laporan keuangan UI secara lengkap.
 
Koordinator ICW Divisi Monitoring Pelayanan Publik, Febri Hendri, mengatakan pihak Rektorat UI memberikan jawaban permohonan informasi publik tersebut pada 20 Oktober 2011, namun informasi yang diberikan tidak lengkap dan tidak akurat. "ICW memiliki data dari berbagai pihak yang berbeda dengan informasi tersebut," kata Febri.
 
Masih mengenai UI, tim transisi UI rencananya akan mulai bertugas pada Senin (9/1) nanti. Tugas pertama tim tersebut adalah membentuk Senat Akademik Universitas (SAU) yang nantinya akan memilih anggota-anggota Majelis Wali Amanat (MWA) yang baru. "Orang-orang MWA sudah pasti akan diganti," kata Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Djoko Santoso.
 
Masa bakti MWA UI akan berakhir pada 15 Januari nanti. Sesuai kesepakatan semula, jika sampai saat itu MWA yang baru belum terbentuk maka MWA lama akan tetap bertugas sampai terbentuknya MWA baru.
 

Kisruh UI, Tim Transisi Mulai Bekerja Senin Depan

Posted: 07 Jan 2012 05:00 AM PST

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Tim transisi Universitas Indonesia (UI) rencananya akan mulai bertugas pada Senin (9/1) nanti. Tugas pertama tim tersebut adalah membentuk Senat Akademik Universitas (SAU) yang nantinya akan memilih anggota-anggota Majelis Wali Amanat (MWA) yang baru.

"Orang-orang MWA sudah pasti akan diganti," kata Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Djoko Santoso, Jumat (6/1).
 
Masa bakti MWA UI akan berakhir pada 15 Januari nanti. Sesuai kesepakatan semula, jika sampai saat itu MWA yang baru belum terbentuk, maka MWA lama akan tetap bertugas sampai terbentuknya MWA baru.
 
Tim transisi UI bertugas untuk menyelesaikan konflik internal UI. Selain membentuk SAU dan MWA, tim transisi tersebut nantinya juga akan mengawal pemilihan rektor baru pada Agustus mendatang.
 
Tim tersebut terdiri dari Anwar Nasution (perwakilan MWA), Mohammad Nasikin (perwakilan Eksekutif), Tommy Ilyas (perwakilan Dewan Audit), Wawan Kusnawan (perwakilan karyawan), Harkristuti Harkrisnowo (perwakilan Dewan Guru Besar), dan Fuad (perwakilan mahasiswa).
 
Ditanya mengenai langkah Kemendikbud membentuk tim transisi UI, koordinator SAVE UI, Effendi Gazali, bersikap skeptis. Menurutnya, langkah tersebut adalah usaha pemerintah mengaburkan pokok persoalan di UI.

"Masalah di UI menjadi terkesan elitis dengan mengerucutkan persoalan menjadi konflik antara MWA dengan eksekutif. Padahal masalah yang sebenarnya tak adanya transparansi dan akuntabilitas rektor selama mengelola UI," ujar Effendi.