Monday, January 9, 2012

Maba Universitas Brawijaya wajib tinggal di asrama - Pendidikan Antara

Maba Universitas Brawijaya wajib tinggal di asrama - Pendidikan Antara


Maba Universitas Brawijaya wajib tinggal di asrama

Posted: 08 Jan 2012 10:49 PM PST

Malang (ANTARA News) - Mahasiswa baru (Maba) Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur, ke depan wajib tinggal di asrama untuk mendapat penggemblengan mental sebagai realisasi dari pendidikan karakter yang didengungkan oleh pemerintah.

Rektor Universitas Brawijaya Malang Prof Dr Yogi Sugito, Senin, mengatakan, pembangunan untuk asrama tersebut masih menunggu anggaran dari pemerintah pusat, karena lahannya sudah disiapkan seluas tujuh hektare.

"Lahan untuk asrama mahasiswa di kawasan Dieng ini sudah kami bebaskan. Pendidikan karakter termasuk mahasiswa kan baru didengungkan beberapa tahun terakhir ini, tapi kami sudah cukup lama menyiapkannya," tegas Yogi.

Ia mengemukakan, "site plan" bangunan asrama mahasiswa tersebut juga sudah ada, namun pihaknya masih menunggu anggaran dari APBN untuk merealisasikan pembangunannya.

Menyinggung anggaran pembangunan yang dibutuhkan untuk asrama mahasiswa tersebut, Yogi mengatakan, sekitar Rp300 miliar, termasuk untuk pembangunan gedung lainnya yang berada di kawasan itu.

Beberapa kampus di Malang yang sudah mewajibkan mahasiswa barunya tinggal di asrama selama sekitar satu tahun pertama itu di antaranya adalah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Bahkan, di UMM sudah berlangsung beberapa tahun terakhir ini, termasuk mahasiswa asing juga wajib tinggal di asrama selama satu tahun pertama, dengan tujuan beradaptasi dengan lingkungan dan budaya di Indonesia.
(E009/F002)

Mutu pendidikan ditentukan oleh guru

Posted: 08 Jan 2012 09:02 PM PST

Makassar (ANTARA News) - Direktur Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Prof Dr Ja`ali mengatakan bahwa guru merupakan penentu mutu pendidikan.

"Jika ditanyai siapa yang menentukan mutu pendidikan, jawabnya guru tiga kali, kemudian faktor lainnya," kata Ja`ali di Makassar, Senin.

Menurut ketua Ikatan Alumni Universitas Negeri Makassar (UNM) ini, keberhasilan sektor pendidikan itu ditentukan oleh peranan para guru, sehingga alumni perguruan tinggi, khususnya bidang keguruan memiliki tanggung jawab penting dan tantangan yang tidak ringan.

Apabila guru sudah berperan optimal, lanjut dia, maka tidak perlu banyak kepala dinas, karena kepala dinas ke depan hanya mengurusi masalah anggaran saja.

"UNM sendiri telah mencetak kurang lebih 100 ribu orang guru dan dari jumlah tersebut sekitar 20 persen berada di luar Sulsel," ujarnya.

Khusus mengenai mutu pendidikan di Sulsel, alumni UNM yang juga berkecimpung pada Badan Standarisasi Nasional (BSN) Pendidikan ini mengatakan, Sulsel cukup bagus posisinya, karena tidak pernah berada di bawah rangking 10.

Sementara menyangkut sosialisasi Ujian Nasional (UN), dia mengatakan, pihaknya sudah menyosialisasikan di daerah hingga saat ini.

"Mudah-mudahan tahun ini lebih baik lagi dibanding tahun lalu, karena sudah ada kesepakatan dengan Komisi X DPR untuk memasukkan nilai sekolah sebagai komponen penentu kelulusan siswa," ujarnya. (S036)

Guru honorer Pekanbaru berunjuk rasa

Posted: 08 Jan 2012 08:25 PM PST

Pekanbaru (ANTARA News) - Ratusan guru honor yang tergabung dalam Forum Komunikasi Guru Tidak Tetap (FKGTT) menggelar unjuk rasa untuk memperjuangkan nasib mereka di Pekanbaru, Senin.

Dengan mengenakan pakaian seragam warna coklat dan batik PGRI, mereka berkumpul di samping perpustakaan daerah Soeman HS. Mereka juga membawa poster dan spanduk besar bertuliskan nada kekecewaan terhadap sikap pemerintah daerah yang dinilai mengabaikan nasib para guru honor.

"Kami pencetak generasi bangsa telah dianiaya," teriak seorang guru perempuan didalam barisan pengunjuk rasa.

Ketua FKGTT Pekanbaru, Sahran Ritonga, mengatakan saat ini sedikitnya 500 guru tidak tetap di Pekanbaru habis masa kontraknya sejak 31 Desember 2011. Para guru kini merasa resah karena nasib mereka tidak jelas, akibat belum ada kepastian perpanjangan kontrak apalagi pengangkatan menjadi pegawai negeri sipil.

Karena itu, ia mengatakan, guru honor menginginkan agar SK Guru GTT Pekanbaru ditandatangani Walikota Pekanbaru sebagaimana yang dilakukan sebelumnya.

"Bahkan, kami mendengar semua guru tidak tetap akan menggunakan `outschorsing`, karena itu kami mendesak tidak ada pemutusan hubungan kerja ataupun pengalihan guru tidak tetap kepada pihak ketiga," katanya.

"Perpanjang SK Guru GTT Kota Pekanbaru pada tahun 2012, tolong perhatikan nasib kami," katanya.

Selain itu, para guru juga meminta agar anggaran gaji guru honor dimasukan dalam APBD Pekanbaru tahun 2012.

"Kami seakan dianaktirikan, karena honor Satpol PP saja dianggarkan dalam APBD, tapi kenapa honor kami bergantung pada komite sekolah," ujarnya.

Aksi tersebut berjalan tertib meski mengakibatkan arus lalu lintas terganggu. Puluhan petugas kepolisian terpaksa menutup satu jalur jalan di depan gedung perpustaan daerah karena dipenuhi ratusan guru yang berunjuk rasa.

Selanjutnya, para guru melakukan aksi jalan kaki ke arah kantor Walikota Pekanbaru di Jl Jenderal Sudirman. (F012)

Direktur UNJ: guru penentu mutu pendidikan

Posted: 08 Jan 2012 12:45 PM PST

Makassar (ANTARA News) - Direktur Universitas Negeri Jakarta Prof Dr Ja`ali mengatakan, guru merupakan penentu mutu pendidikan.

"Jika ditanyai siapa yang menentukan mutu pendidikan, jawabnya guru tiga kali, kemudian faktor lainnya," kata Ja`ali pada reuni akbar Universitas Negeri Makassar di kampus "Gunung Sari", Makassar, Minggu.

Menurut ketua IKA UNM ini, keberhasilan sektor pendidikan itu ditentukan oleh peranan para guru, sehingga alumni perguruan tinggi, khususnya bidang keguruan memiliki tanggung jawab penting dan tantangan yang tidak ringan.

Apabila guru sudah berperan optimal, lanjut dia, maka tidak perlu banyak kepala dinas, karena kepala dinas ke depan hanya mengurusi masalah anggaran saja.

"UNM sendiri telah mencetak kurang lebih 100 ribu orang guru dan dari jumlah tersebut sekitar 20 persen berada di luar Sulsel," ujarnya.

Khusus mengenai mutu pendidikan di Sulsel, alumni UNM yang juga berkecimpung pada Badan Standarisasi Nasional (BSN) Pendidikan ini mengatakan, Sulsel cukup bagus posisinya, karena tidak pernah berada dibawah rangking 10.

Sementara menyangkut sosialisasi Ujian Nasional (UN), dia mengatakan, pihaknya sudah menyosialisasikan di daerah hingga saat ini.

"Mudah-mudahan tahun ini lebih baik lagi dibanding tahun lalu, karena sudah ada kesepakatan dengan Komisi X DPR untuk memasukkan nilai sekolah sebagai komponen penentu kelulusan siswa," ujarnya. (S036)

SDN 40 Sungai Raya dijadikan sekolah sehat

Posted: 08 Jan 2012 08:12 AM PST

Sungai Raya, Kalbar (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menjadikan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 40 Kecamatan Sungai Raya sebagai sekolah sehat percontohan.

"Dari hasil kunjungan ke SDN 40 Sungai Raya yang berada di Jalan Merdeka II Desa Limbung Kubu Raya, kami meninjau ruangan kelas, melihat kondisi fisik bangunan, ruangan, dan taman yang ditanami para siswa SD tersebut," kata Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan di Sungai Raya, Minggu.

Ia melanjutkan, selain mengecek ruangan kelas, juga melihat kondisi tiga kamar kecil yang berada di sekolah tersebut. Menurut Bupati Muda Mahendrawan, beberapa ruang kelas dan kamar kecil yang dikunjunginya tampak bersih dan bebas dari sampah.

Muda berharap sekolah yang ada di Kubu Raya dapat mencontoh SDN 40 karena muridnya tidak hanya sekadar menerima pelajaran, tetapi gurunya juga menanamkan hidup bersih di lingkungan sekolah.

"Saya bangga melihat kondisi sekolah ini. Dan, yang pertama dilihat adalah kamar kecil karena dengan menunjukkan bersih menanamkan karakter kepada anak-anak untuk hidup bersih," kata Muda.

Menurut Muda, kebersihan suatu sekolah satu di antaranya dapat dilihat dari lingkungan serta kondisi kamar kecil.

"Apabila tidak diurus kamar kecilnya secara baik, maka siswa akan terbiasa dengan lingkungan kotor. Supaya bertanggung jawab salah satunya bentuk secara tidak langsung menanakan budaya bersih dan sehat dengan mulai menanamkan kondisi ruangan bersih kepada siswa," katanya.

Sementara itu, Kepala SDN 40 Sungai Raya, Dwi Astuti, mengatakan, dalam menerapkan lingkungan dan sekolah sehat, setiap harinya siswa diajarkan untuk melaksanakan piket kebersihan dan menyiram kamar kecil setelah digunakan.

"Setiap hari kami minta guru piket membersihkan dan mengajarkan anak-anak setiap buang air kecil untuk membiasakan disiram sehingga murid-murid terbiasa untuk hidup bersih," katanya. (T011/Z002)