Sunday, January 8, 2012

Pembangunan Unsulbar sudah gunakan dana rp4,3 miliar - (d) - Pendidikan Antara

Pembangunan Unsulbar sudah gunakan dana rp4,3 miliar - (d) - Pendidikan Antara


Pembangunan Unsulbar sudah gunakan dana rp4,3 miliar - (d)

Posted: 07 Jan 2012 03:32 PM PST

Mamuju, 7/1 (ANTARA) - Pembangunan Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sulbar di Kabupaten Majene, telah menelan anggaran Rp4,3 miliar.

Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh, di Mamuju, Sabtu, mengatakan, sejak mulai dibangun pada tahun 2010, pembangunan kampus Unsulbar di Kabupaten Majene telah menelan anggaran Rp4,3 miliar.

Ia mengatakan, selain memberikan bantuan anggaran yang digunakan untuk membebaskan lahan dan untuk pembangunan gedung kampus Unsulbar itu, pemerintah di Sulbar juga memberikan bantuan kendaraan roda empat tiga unit dan Bus kepada pengelola Unsulbar.

Menurut dia, anggaran untuk pembangunan kampus Unsulbar itu mengunakan anggaran APBD Sulbar, karena anggaran APBN tidak bisa didapatkan pemerintah Sulbar karena kampus Unsulbar masih berstatus swasta.

"Pemerintah di Sulbar sejak tahun 2010 telah berupaya menjadikan kampus Unsulbar menjadi kampus negeri, dengan melaksanakan berbagai cara, diantaranya telah mendatangkan komisi X DPR-RI," katanya.

Kemudian juga mendatangkan Wakil Presiden untuk menyetujui penegerian Unsulbar dan hasilnya DPR-RI dan Wapres menyetujui penegerian kampus Unsulbar karena dianggap telah memenuhi syarat.

Penegerian Unsulbar tinggal menunggu Keputusan Presiden (Kepres) yang diperkirakan akan terbit Maret 2012.

"Upaya penegerian Unsulbar terus diupayakan pemerintah di Sulbar agar kampus Unsulbar menjadi kampus Negeri dan dapat menerima bantuan pendidikan dari pemerintah pusat sekitar Rp150 miliar per tahun, untuk digunakan membangun kampus tersebut," katanya.

Karena, lanjut Gubernur, pemerintah pusat pada tahun 2011 yang lalu telah menyepakati memberikan bantuan pendidikan untuk pembangunan kampus Unsulbar, namun terhalang status Unsulbar yang masih swasta sehingga bantuan itu ditunda diberikan.

"Bantuan pendidikan untuk Unsulbar dari pusat itu hanya akan mengalir ketika kampus Unsulbar berubah menjadi kampus negeri sehingga penegerian Unsulbar terus didorong pemerintah," katanya.

Menurut dia, untuk pembangunan Unsulbar tahun 2012 pemerintah di Sulbar akan kembali memberikan bantuan pembangunannya sekitar Rp5 miliar melalui APBD. (MFH/F003)

Aksi demo mahasiswa Unsulbar tidak diprovokatori

Posted: 07 Jan 2012 11:19 AM PST

Mamuju (ANTARA News) - Aksi demonstrasi mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) di Kabupaten Majene, dalam sepekan terakhir bukan karena ada provokator yang sengaja menghasut para mahasiswa.

"Demi Allah, kami melakukan aksi unjuk rasa dengan cara menyegel kampus sebagai buntut kekecewaan mahasiswa atas pengelolaan kampus yang tidak beres. Sama sekali tidak ada orang yang melakukan penghasutan untuk melumpuhkan proses perkuliahan di Unsulbar," kata Ketua Tim Negosiator, Muliadi di Mamuju, Sabtu.

Menurutnya, gelombang aksi demonstran mahasiswa Unsulbar yang jumlahnya mencapai 4.000 orang dalam satu pekan terakhir karena mahasiswa ingin melakukan dialog langsung, baik kepada pengelola kampus, khususnya Ketua Yapisbar Sulbar.

"Ada 14 yang menjadi tuntutan para mahasiswa untuk segera ditindaklanjuti Ketua Yapisbar, Anwar Adnan Saleh selaku Gubernur Sulbar. Minimal beberapa poin itu bisa dipercepat sembari mendorong percepatan penegerian Unsulbar," jelasnya.

Muliadi juga meminta kepada semua pihak untuk meredam isu bahwa gejolak yang terjadi di kampus Unsulbar akibat ada penghasutan dari Universitas Hasanuddin (unhas) Makassar.

"Sekali lagi kami selaku mahasiswa Unsulbar tentu masih mengharap kerjasama Unhas tetap terbangun," Pinta Muliadi.

Pastinya, kata dia, gerakan mahasiwa yang melakukan aksi besar-besaran ini murni dari mahasiswa yang meminta agar ada kejelasan dan transparansi dari pengelolaan kampus.

"Selama ini mahasiswa tidak efektif dalam melaksanakan proses perkuliahan dan berbagai permasalahan proses penegerian Unsulbar," ucapnya.

Karenanya, kata dia, hasil pertemuan dengan Ketua Yapisbar di rujab gubernur ini diharapkan bisa menyelesaikan masalah sehingga mahasiswa kembali aktif menjalani proses perkuliahan. (ACO/F003)

Unnes gelar Olimpiade Sosiologi SMA se-Jawa

Posted: 07 Jan 2012 06:36 AM PST

Semarang (ANTARA News) - Universitas Negeri Semarang menggelar Olimpiade Sosiologi SMA/MA se-Jawa untuk meningkatkan minat dan ketertarikan siswa terhadap pelajaran itu, sehingga tak kalah dengan pelajaran-pelajaran eksakta.

"Pelajaran sosiologi itu penting untuk memecahkan berbagai persoalan sosial yang terjadi di masyarakat," kata Ketua Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang (Unnes) MS. Mustofa, usai membuka olimpiade itu di Semarang, Sabtu.

Menurut dia, olimpiade sosiologi itu dilakukan dengan memberikan peserta contoh berbagai permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat, kemudian memberikan pandangan dan penyelesaian atas persoalan sosial itu.

Ia menjelaskan, berbagai contoh persoalan sosial disodorkan kepada peserta olimpiade, seperti konflik sosial yang terjadi di berbagai daerah, sampai imigran gelap yang meninggal karena kapal yang ditumpangi karam.

"Berbagai persoalan sosial kami angkat, baik skala lokal, nasional, dan global. Kami ingin tahu sejauh mana pengetahuan mereka tentang persoalan-persoalan itu, bagaimana kepekaan mereka, dan solusi yang ditawarkan," katanya.

Tentunya, kata dia, persoalan sosial yang diangkat dalam olimpiade itu merupakan masalah yang cukup menonjol dan penting, sebab selama ini banyak siswa yang terlalu sibuk mengurusi dirinya sendiri.

"`Saking` sibuknya mengurusi persoalan dirinya sendiri, para siswa sekarang sampai melupakan persoalan-persoalan yang terjadi di sekitarnya, apalagi persoalan masyarakat dalam arti luas, masyarakat dunia," katanya.

Padahal, kata Mustofa, banyak persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia, seperti tenaga kerja Indonesia (TKI) yang mendapat perlakuan buruk di negara penempatan yang harus segera dicari pemecahannya agar tidak terulang.

Ketua Panitia Olimpiade Sosiologi SMA/MA se-Jawa Rini Iswari menjelaskan, berbagai persoalan aktual diangkat dalam olimpiade itu, termasuk wacana mobil rakitan anak-anak SMK menjadi mobil nasional.

"Kami berikan soal pada peserta dengan materi berbagai permasalahan sosial dan mereka harus memberikan tanggapan sampai pemecahan. Setidaknya, ini bisa memunculkan kepekaan sosial siswa atas berbagai masalah bangsa," katanya.

Ia menyebutkan, olimpiade itu diikuti sebanyak 236 siswa dari 76 SMA/MA dari berbagai wilayah di Pulau Jawa, mulai Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Jawa Timur.

Melalui olimpiade sosiologi itu, Rini berharap bisa turut meningkatkan minat siswa untuk menekuni bidang studi sosiologi, dan menciptakan iklim akademik yang kompetitif, cerdas, sehat, dan berprestasi.
(U.KR-ZLS/Z002)