Menag minta kepala daerah beri sumbangan nyata - Pendidikan Antara |
- Menag minta kepala daerah beri sumbangan nyata
- China raih dua predikat juara terbaik WoPho
- Siswa Indonesia raih emas Olimpiade Fisika Dunia
- Pakar: UN syarat masuk PTN penghargaan prestasi siswa
- UGM kelola pusat PKL
| Menag minta kepala daerah beri sumbangan nyata Posted: 02 Jan 2012 07:34 PM PST Jakarta (ANTARA News) - Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali mengatakan peningkatan pendidikan agama dan keagamaan merupakan tanggung jawab bersama, sehingga semua kepala daerah diharapkan memberikan sumbangan atau peran nyatanya. "Uang memang ada yang masuk anggaran APBN ada yang APBD. Tapi yang namanya murid adalah anak-anak kita," kata Menag pada malam Apresiasi Pendidikan Islam di Hotel Borobudur Jakarta, Senin malam (2/1). Karena itu ia memuji bupati atau walikota yang menyisihkan APBD-nya. "Pendidikan agama juga sangat penting ditingkatkan," katanya. Pada acara terkait Hari Amal Bhakti ke 66, sejumlah bupati dan walikota serta tokoh penggerak pendidikan agama dan santri serta siswa berprestasi memperoleh penghargaan dari Kementerian Agama. Acara ini juga dihadiri Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar, Sekjen Kemenag Bahrul Hayat serta pejabat eselon I dan II Kemenag. Suryadharma Ali mengatakan, pendidikan di lingkungan Kementerian Agama, antara 90-92 persen dikelola swasta, sedangkan 8-10 persen berstatus negeri. Ini berbeda dengan pendidikan dibawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang 90 persen berstatus negeri. "Maknanya pendidikan agama di tanah air lebih besar partisipasi masyarakat, ulama untuk mencerdaskan bangsa. Mereka membangun bukan karena APBN, tapi karena kekayaan spirit," ia menjelaskan. Sekarang ini, lanjut dia, lembaga pendidikan agama mengalami kemajuan bahkan ada yang mampu bersaing di kancah internasional. Karena itu seyogianya para kepala daerah membantu peningkatan mutu pendidikan agama dan keagamaan, termasuk memberi kesejahteraan guru agama. "Yang sudah memberi hendaknya diperbesar yang belum dimulai. Jangan beri perhatian berbeda antara guru Kementerian Agama dengan Kemendikbud," kata Menag. (E001/A011) |
| China raih dua predikat juara terbaik WoPho Posted: 02 Jan 2012 09:16 AM PST Mataram, NTB (ANTARA News) - Ye Kexin, siswa dari Cina berhasil meraih medali emas dan menyabet dua predikat juara terbaik World Physics Olympiad (WoPhO) atau Olimpiade Fisika Dunia pertama yang digelar di Kota Mataram, NTB, 28 Desember 2011 hingga 3 Januari 2012. Dua predikat juara yang diraih adalah The Real Winner of The Physics Olympiad dan The Best of the Best Theoritical Result. Penyerahan medali dan uang tunai sebesar 15.000 dolar Amerika Serikat diserahkan langsung oleh Gubernur NTB, H M Zainul Majdi, pada acara penutupan di Mataram, Senin malam. Prof Yohanes Surya selaku iniasiator WoPhO, mengatakan, Yi Kexin yang juga peraih medali emas International Physics Olympiad (IPhO) 2011, meraih dua predikat terbaik pada WoPhO 2011 yang digelar di Kota Mataram, NTB, karena mendapatkan nilai tertinggi dari 125 peserta yang berasal dari 15 negara. "Berdasarkan hasil penilaian dari tim juri yang berasal dari Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Pendidikan (STKIP) Surya dan dari luar negeri, siswa asal Cina itu berhasil menjadi yang terbaik dari 125 peserta WoPhO, setelah mengikuti tes teori dan eksperimen," ujarnya. Ia menyebutkan, tim juri sebanyak 19 orang terdiri dari lima orang juri pembuat soal, yakni Prof Mate Vigh dari Hungaria, Dr Viktor Ivanov dari Bulgaria, Prof Ruo Peng Wang dari China, Dr Oki Gunawan dari Indonesia dan Erwin Handoko Tanin dari Indonesia. Juri yang berasal dari STKIP Surya sebanyak lima orang yakni, Dr Herry Kwee, Dr Hendra Kwee, Dr Zainul Abidin, Dr Jong Anly Tan, Dr Alexander Silalahi. Juri internasional dan dewan internasional sebanyak sembilan orang, yakni Dr Hans Jordens selaku President International Physics Olympiad, Prof Gyula Honyek dari Hungaria, Prof Jan Mostowski dari Polandia, Prof Andrez Kotlicki dari Kanada, Prof Anton Mishchuk dari Belarusia, Prof Jaan Kalda dari Estonia, Yudistira Virgus, MS, dari Indonesia, Prof Nguyen The Koi dari Vietnam, dan Prof Dmitry Alexandrov dari Rusia. "Dari pembahasan para juri, juga diputuskan sebanyak 11 siswa meraih medali emas termasuk Ye Kexin, 12 siswa meraih medali perak dan 11 siswa meraih medali perunggu," ujarnya. Para siswa peraih medali emas berasal dari negara berbeda, yakni Cina satu orang, Estonia satu orang, Jerman satu orang, Hungaria satu orang, Rusia dua orang, Indonesia dua orang, Singapura dua orang, Slovakia satu orang. Medali perak diraih oleh satu orang siswa dari Singapura , diikuti dari Indonesia dua orang, Polandia dua orang, Bulgaria dua orang, Kazahkstan dua orang, Belarusia satu orang, Bulgaria satu orang, Jerman satu orang. Untuk siswa peraih medali perunggu berasal dari Rusia satu orang, Hungaria satu orang, Indonesia tujuh orang, Hongkong satu orang, Turki satu orang. Selain meraih medali emas, siswa dari Indonesia, atas nama Christian George Emor, juga menyabet predikat The Best of The Best Eksperimental. Siswa peraih medali emas di IPhO Zagreb, Kroasia 2010, tersebut juga menyabet predikat The Best Host Participant untuk WoPhO 2011 dan mendapat hadiah sebesar 5.000 dolar Amerika Serikat dari Blibli.com. Pengalungan medali bagi seluruh siswa peraih medali perunggu dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB H Lalu Syafi`i, dan pengalungan medali perak dilakukan oleh Wakil Gubernur NTB H Badrul Munir. Untuk pengalungan medali emas dilakukan oleh masing-masing sponsor penyandang dana sesuai dengan nama yang terukir di medali emas yang terbuat dari kristal, seperti Hermawan Kartajaya, G. Sulisttiyanto, Anugerah Pekerti, Hadi Surya, Yayasan A dan A Rachmat, Pemerintah Kabupaten Manokwari, Indocement, PT AKR Corporindo Tbk, Ganesha Operation, PT Metiand Tbk. Sementara pembuat soal yang meraih penghargaan berupa uang tunai sebesar 25.000 dolar AS dari Bank Mayapada Internasional Tbk, diraih oleh Dr Oki Gunawan, alumni TOFI 1993. Ia berhasil membuat soal eksperimen A Rotary Magnetic Drag System for Conductivity Measurement yang menurut tim juri sangat luar biasa. Pembuat soal dari Indonesia yang juga mendapat penghargaan dari sponsor berupa uang tunai sebesar 25.000 Dolar AS dari PT Medco Energi Internasional, adalah Edwin Handoko Tanin seorang siswa SMA dan Andika Putra, alumni TOFI 2004, karena soal eksperimen yang dibuatnya Experiment on Granular Material dinilai luar biasa. WoPhO 2011 yang mengusung semangat Beat The Champion adalah kompetisi fisika individual untuk siswa sekolah menengah. Kompetisi itu diinisiasi oleh Prof Yohanes Surya, pendiri Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Surya dan pemilik Surya Institute. WoPhO pertama yang digelar di NTB sejak 28 Desember 2011 hingga 3 Januari 2012, diikuti 142 peserta dari 15 negara, yakni Turki, China, Kazakstan, Slovakia, Estonia, Hong Kong, Singapura, Hungaria, Rusia, Bulgaria, Belarusia, Jerman, Brasil, dan Polandia, serta Indonesia. (ANT) |
| Siswa Indonesia raih emas Olimpiade Fisika Dunia Posted: 02 Jan 2012 07:29 AM PST Mataram (ANTARA News) - Christian George Emor menyabet salah satu dari dua medali emas Indonesia pada Olimpiade Fisika Dunia atau World Physics Olympiad (WoPhO) di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Christian juga menyabet predikat The Best of The Best Eksperimental dan The Best Host participant untuk WoPhO 2011. Dia mendapat hadiah sebesar 5.000 dolar AS dari Blibli.com. Sementara Ye Kexin dari China berhasil meraih medali emas dan menyabet dua predikat juara terbaik pada WoPhO yang digelar pada 28 Desember - 3 Januari 2011 itu. Ye mendapatkan uang tunai 15.000 dolar AS yang diserahkan oleh Gubernur Nusa Tengara Barat Zainul Majdi pada acara penutupan di Mataram, Senin malam. Prof Yohanes Surya, iniasiator WoPhO, mengatakan, Yi Kexin meraih dua predikat terbaik pada WoPhO 2011 karena mendapatkan nilai tertinggi dari 125 peserta yang berasal dari 15 negara. Ia menyebutkan, tim juri sebanyak 19 orang yang diantaranya Prof Mate Vigh dari Hungaria, Dr Viktor Ivanov dari Bulgaria, Prof Ruo Peng Wang dari Cina, Dr Oki Gunawan dari Indonesia dan Erwin Handoko Tanin dari Indonesia. "Dari pembahasan para juri, juga diputuskan sebanyak 11 siswa meraih medali emas termasuk Ye Kexin, 12 siswa meraih medali perak dan 11 siswa meraih medali perunggu," ujarnya. Kesebelas emas itu terbagi kepada Cina, Estonia, Jerman, Hungaria dan Slovakia yang masing-masing mendapatkan satu emas, sedangkan Rusia, Indonesia dan Singapura meraih dua emas. Indonesia juga meraih dua perak di ajang ini. WoPhO 2011 yang mengusung semangat Beat the champion adalah kompetisi fisika individual untuk siswa sekolah menengah dan diinisiasi Yohanes Surya, pendiri Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Surya dan pemilik Surya Institute. WoPhO 2011 ini diikuti 142 peserta dari Turki, China, Kazakstan, Slovakia, Estonia, Hong Kong, Singapura, Hungaria, Rusia, Bulgaria, Belarusia, Jerman, Brasil, Polandia, dan Indonesia. (*) Editor: Jafar M Sidik COPYRIGHT © 2012 Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com |
| Pakar: UN syarat masuk PTN penghargaan prestasi siswa Posted: 02 Jan 2012 05:00 AM PST Padang (ANTARA News) - Guru Besar Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang Prof Jamaris Jamna mengemukakan, rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang akan menjadikan Ujian Nasional 2012 sebagai syarat masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) merupakan penghargaan terhadap prestasi siswa. "Rencana tersebut bisa dalam satu sisi dapat mengangkat kredibilitas Ujian Nasional, sehingga UN tidak sebatas uji kompetensi siswa pada akhir pelajaran," katanya di Padang, Senin. Dengan menjadi UN sebagai syarat masuk PTN, menurut dia, maksud diadakannya UN sebenarnya singkron dengan fungsi PTN itu sendiri. PTN merupakan bagian dari pemerintah, sementara UN juga salah satu program pemerintah, dengan begitu sangatlah tepat jika keduanya dikaitkan satu sama lain, katanya. "Dengan demikian masyarakat bisa lebih menghargai pelaksanaan Ujian Nasional sebagai program pemerintah di bidang pendidikan," katanya. Bagi siswa SMA sederajat yang lulus UN dengan predikat atau nilai terbaik sudah sepantasnya bisa masuk ke PTN. Hal ini, kata dia, salah satu bentuk penghargaan pemerintah terhadap siswa yang telah meraih prestasi selama 12 tahun di jenjang pendidikan sekolah. "Hanya siswa lulus Ujian Nasional yang berhak masuk Perguruan Tinggi Negeri," katanya. Dia mengatakan untuk calon mahasiswa PTN harus memiliki bukti atau surat tanda telah lulus UN dari sekolahnya, jika belum maka tidak diperbolehkan mengikuti perkuliahan meski telah diterima melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Dalam hal ini katanya, SNMPTN tetaplah menjadi prioritas utama lulus atau tidaknya di PTN karena juga merupakan program yang telah dicanangkan pemerintah. "Perguruan Tinggi Negeri dilibatkan dalam UN 2012 bisa menjadi syarat kebijakan ini," katanya. Dia mengatakan, dengan dilibatkannya PTN sebagai pengawas UN 2012, mereka bisa melihat siswa mana yang berkompeten masuk ke dalamnya. (ANTARA) |
| Posted: 02 Jan 2012 12:43 AM PST Yogyakarta (ANTARA News) - Universitas Gadjah Mada Yogyakarta memiliki Pusat Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menampung sebanyak 23 pedagang yang selama ini berjualan di sekitar Jalan Olahraga dan Jalan Fakultas Kedokteran Hewan universitas itu. "Pusat Pedagang Kaki Lima (PKL) di Area Parkir Lembah Universitas Gadjah Mada (UGM) itu merupakan lokasi berdagang baru bagi 23 pedagang," kata Rektor UGM Sudjarwadi pada peresmian dan pembukaan Pusat PKL di Yogyakarta, Senin. Menurut dia, Pusat PKL itu merupakan bentuk peran UGM untuk menjadi kampus yang bermanfaat bagi pelaku usaha kecil, terutama dalam penyediaan makanan dan minuman yang baik. "Kami juga memiliki pemikiran untuk memberikan fasilitas `hot spot` agar masyarakat lebih suka jajan di tempat tersebut. Suksesnya lokasi itu juga menjadi suksesnya UGM yang memiliki cita-cita untuk menjadi contoh nasional dan internasional," katanya. Ketua Paguyuban Pusat Jajanan Lembah UGM (Pujale), Yoga Adi Pratama mengatakan, para pedagang cukup nyaman memiliki lokasi berdagang baru. Meskipun, mereka harus membayar retribusi sebesar Rp5.000 per hari untuk disetorkan pada Koperasi Keluarga Gadjah Mada (Kokelgam). "Kami berharap lokasi baru itu lebih bagus daripada sebelumnya. Meskipun akan dipakai sistem retribusi dengan membayar Rp5.000 per hari di luar biaya listrik, air, keamanan, dan kebersihan," katanya. Menurut dia, kebijakan retribusi tersebut baru akan diberlakukan jika omzet pedagang telah mencapai rata-rata Rp600.000. Sebelum mencapai penghasilan sebesar itu, pedagang hanya diminta membayar listrik, air, keamanan, dan kebersihan dengan besaran sesuai dengan kebutuhan. "Patokan besaran retribusi juga sudah disepakati, di mana sebelumnya pihak UGM memberlakukan sebesar Rp10.000 per hari, kemudian kami tawar Rp5.000 per hari. Hal itu sudah masuk dalam perjanjian kesepakatan," katanya. Selain 23 PKL, di lokasi tersebut juga terdapat total 48 kavling yang akan dimanfaatkan oleh pengelola atau Kokelgam untuk menjual aneka dagangan di luar makanan dan minuman, seperti cenderamata dan pakaian. |
| You are subscribed to email updates from ANTARA News - Nasional - Pendidikan To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |