Pendaftaran SNMPTN Segera Dibuka - Republika Online |
- Pendaftaran SNMPTN Segera Dibuka
- Indosat Gelar Pelatihan Guru IPA dan Matematika di Sumatera Barat
- RSBI Diminta Turun Derajat Jadi SSN
| Pendaftaran SNMPTN Segera Dibuka Posted: 19 Jan 2012 03:23 PM PST REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Panitia pelaksana Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2012 jauh-jauh hari sudah mengumumkan tanggal pendaftaran SNMPTN. Untuk jalur tertulis dan keterampilan, pendaftaran baru akan dibuka pada 10 Mei hingga 31 Mei 2012. ''Pelaksanaan ujian tertulis SNMPTN direncanakan dilaksanakan pada Selasa, 12 Juni 2012, yang terdiri atas tes potensi akademik dan tes bidang studi dasar,'' sebut siaran pers panitia pelaksana. ''Selain itu, pada 13 Juni akan dilaksanakan tes bidang studi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).'' Ujian keterampilan dilaksanakan pada 14 dan 15 Juni 2012 di masing-masing tempat yang telah diberitahukan sebelumnya oleh panitia. Menurut siaran pers itu, panitia akan mengumumkan hasil ujian tertulis dan keterampilan pada 7 Juli 2012. Sementara, peserta jalur undangan dapat mendaftar pada 1 Februari hingga 8 Maret 2012. Pengumuman hasil seleksi tersebut dijadwalkan pada 25 Mei 2012. Peserta jalur undangan dapat meregistrasi menjadi mahasiswa baru ke PTN pilihan masing-masing pada 12-13 Juni 2012. Biaya SNMPTN jalur undangan yang ditetapkan oleh panitia sebesar Rp 175 ribu per satu orang dan biaya pendaftaran SNMPTN jalur ujian tertulis dan keterampilan sebesar Rp 150 ribu untuk kelompok IPA atau IPS dan Rp 175 ribu untuk IPC. Biaya Rp 150 ribu untuk ujian keterampilan dan dibayarkan saat peserta mengikuti ujian keterampilan di PTN penyelenggara. Tata cara pendaftaran dapat dilakukan secara dalam jaringan (daring) dengan mengunduh dari laman //undangan.snmptn.ac.id mulai 20 Januari 2012 bagi mereka yang mengikuti jalur undangan. Pendaftaran jalur tertulis dapat dilakukan secara daring melalui //ujian.snmptn.ac.id mulai tanggal 11 Maret 2012. Untuk informasi lebih lanjut, calon peserta SNMPTN dapat melihat keterangannya di laman www.snmptn.ac.id |
| Indosat Gelar Pelatihan Guru IPA dan Matematika di Sumatera Barat Posted: 19 Jan 2012 04:24 AM PST REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Indosat berupaya untuk mendukung peningkatan kompetensi bagi guru khususnya guru IPA dan Matematika yang salah satunya melalui workshop khusus untuk tujuan peningkatan sistem pendidikan sekaligus melahirkan guru pengajar yang berkualitas. Division Head Public Relations Indosat, Djarot Handoko, di Jakarta, Kamis, mengatakan, dalam melahirkan generasi muda, khususnya pelajar yang cerdas dan berkualitas, tidak terlepas dari sistem pendidikan dan guru pengajar yang berkualitas. "Menyadari hal ini, kami kembali melanjutkan komitmen untuk turut meningkatkan kualitas para guru IPA dan Matematika melalui Program Peningkatan Kompetensi Guru IPA dan Matematika yang telah memasuki tahun ke-5," katanya. Pihaknya menyelenggarakan Workshop Peningkatan Kompetensi Guru IPA (Fisika, Kimia dan Biologi) se-propinsi Sumatera Barat pada 10-13 Januari 2012 di Padang, Sumatera Barat, dan diikuti oleh 100 guru dari berbagai SMU (Sekolah Menengah Umum) dan MAN (Madrasah Aliyah Negeri) dari berbagai wilayah dan kota di Sumatera Barat. Operator tersebut bekerjasama dengan 3 universitas terkemuka di Sumatera Barat antara lain Universitas Andalas, Universitas Bung Hatta, dan Universitas Negeri Padang sebagai penyedia tenaga pengajar dan fasilitas laboratorium. "Kami menyadari pentingnya peran serta guru yang semakin berkualitas dalam proses belajar mengajar, khususnya bidang IPA dan Matematika sebagai pelajaran yang dianggap sulit oleh para siswa pada umumnya," katanya. Djarot berharap, workshop itu dapat meningkatkan kompetensi dan penguasaan guru terhadap penggunaan fasilitas laboratorium, sehingga kegiatan belajar mengajar dalam bidang ini terasa lebih menyenangkan, menarik serta mudah dipahami oleh para siswa. Sampai tahun ini, program tersebut telah memberikan beasiswa bagi 1.264 guru, 402 Sekolah Menengah Atas dan Madrasah Aliyah Negeri dari 33 propinsi di Indonesia. Ia menambahkan, secara umum program itu juga mendapatkan apresiasi dan dukungan dari Kementerian Pendidikan Nasional, khususnya Dirjen Pendidikan Menengah serta pemerintah daerah propinsi (Gubernur Sumatera Barat). "Kami berharap langkah ini dapat membantu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia," demikian Djarot Handoko |
| RSBI Diminta Turun Derajat Jadi SSN Posted: 18 Jan 2012 08:49 PM PST REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG - Pemerintah didesak menurunkan status Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) menjadi Sekolah Standar Nasional (SSN) jika tak memenuhi kualifikasi menjadi Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Pasalnya, hampir separuh lebih RSBI di Indonesia disebut-sebut tak mempunyai standar yang jelas tentang arah kiblat pendidikan internasional. Anggota Komisi E DPRD Jateng, Muh Zen mengatakan hasil verifikasi pemerintah menyatakan tak ada satupun RSBI di Indonesia yang layak menjadi SBI. Hal ini menunjukkan sistem yang selama ini diterapkan RSBI tidaklah tepat. Menurutnya, pemerintah harus merumuskan kembali standar baku pendidikan internasional yang harus diikuti oleh sekolah-sekolah bertaraf internasional. "RSBI harus dievaluasi total, pemerintah jangan segan-segan menurunkan statusnya menjadi SSN," ujar Zen, Kamis (19/1). Namun, kata Zen, pemerintah pun jangan segan-segan menaikkan status RSBI menjadi SBI, jika memang kualitasnya mumpuni. Selama ini tak ada standar yang jelas mengenai kurikulum internasional, sistem pembelajaran dan kualifikasi sumberdaya guru pengajar. Politisi PKS tersebut mengatakan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan harus berani mengambil sikap untuk memperjelas komitmen RSBI ke depan serta menjawab kritik masyarakat terhadap RSBI yang selama ini dianggap hanya sebagai sekolah yang bertarif mahal. "Pemerintah jangan khawatir jika harus menurunkan derjat RSBI jadi SSN. Sehingga yang baik akan terlihat baik. Itu lebih fair daripada seluruh RSBI digeyah-uyah tak layak menjadi SBI," ucapnya. Zen berujar, sebelumnya pemerintah telah memberikan batasan pada RSBI untuk meningkatkan kualifikasinya sehingga bisa dinaikkan menjadi SBI. Untuk tingkat SD dan SMP, pemerintah memberi waktu selama tiga tahun dan SMA selama lima tahun, namun setelah tujuh tahun belum ada perkembangan yang signifikan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyebut dari 1100 unit RSBI yang tersebar di seluruh Indonesia, tak ada satupun yang layak menjadi SBI. Alasannya, kualitas SDM para pengajar di RSBI masih buruk, meski berlabel internasional. Sebelumnya, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Suyanto menyatakan Kemdikbud saat ini menahan diri untuk tidak membuka RSBI baru. Seluruh RSBI yang sudah ada akan diperbaiki kurikulum, program, dan prosesnya. |
| You are subscribed to email updates from Republika Online - Berita Pendidikan RSS Feed To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |