Menristek: sektor industri masih tergantung teknologi asing - Pendidikan Antara |
- Menristek: sektor industri masih tergantung teknologi asing
- LP3I bantu atasi pengangguran
- Mahasiswa Pekanbaru keluhkan "pungli" surat riset
- Belajar saat subuh banyak manfaat bagi pelajar
- UBH-UTM Malaysia gelar konferensi internasional konstruksi industri
| Menristek: sektor industri masih tergantung teknologi asing Posted: 17 Jan 2012 12:16 AM PST Semarang (ANTARA News) - Menteri Negara Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta menilai, sektor industri di Indonesia masih sangat tergantung pada teknologi luar negeri. "Orang Indonesia belum yakin dengan teknologinya sendiri," kata Hatta usai membuka workshop "Mengembangkan Kisah Sukses Penguatan Sistem Inovasi" di Semarang, Selasa. Menurut dia, lebih dari 90 persen industri di Indonesia, teknologi yang digunakan berasal dari luar. Selain itu, lanjut dia, sebagian besar industri farmasi dikuasai oleh asing dan bahan baku obatnya masih diimpor. Ia meminta seluruh bidang di kementerian yang dipimpinnya untuk menginvetarisasi berbagai teknologi yang telah ditemukan, kemudian di pilah-pilah. "Teknologi-teknologi ini akan dipilah jadi dua kategori. Mana yang siap diaplikasikan secara langsung, mana yang belum," katanya. Setelah itu, menurut dia, para pengusaha yang bergerak di berbagai sektor industri akan diundang dan ditawarkan untuk menggunakan berbagai teknologi yang tersedia tersebut. |
| Posted: 16 Jan 2012 11:07 PM PST Jakarta (ANTARA News) – Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia (LP3I) berkomitmen turut membantu pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi masalah pengangguran di Tanah Air melalui penyiapan generasi muda berpendidikan tinggi yang siap kerja. "Alhamdulillah sampai saat ini sudah puluhan ribu lulusan LP3I yang bekerja di perusahaan-perusahaan swasta dan BUMN di Jakarta dan di berbagai daerah lainnya di Indonesia," kata Komisaris Utama LP3I, Dr HM Syarial Yusuf, di Jakarta, Selasa. |
| Mahasiswa Pekanbaru keluhkan "pungli" surat riset Posted: 16 Jan 2012 07:46 PM PST Pekanbaru (ANTARA News) - Para mahasiswa di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, menyesalkan dengan masih adanya "pungutan liar" (pungli) saat mengurus surat riset untuk kegiatan penelitian terkait tugas akhir mereka di Kantor Badan Kesatuan Bangsa Perlindungan Masyarakat dan Politik atau Kesbanglinmaspol. "Sebenarnya tidak ditetapkan berapa angkanya, tapi mereka (staf Badan Kesbanglinmaspol Pekanbaru) selalu minta. Katanya uang administrasi sukarela. Bahasa merekanya, `tinggalkan uang administrasinya berapa aja`," kata seorang mahasiswa Usman, Selasa. Mahasiswa Universitas Islam Nasional Sutan Syarif Kashim (UIN Suska) Riau ini mengaku, dia dan beberapa rekannya pernah mengalaminya, ketika mengurus surat riset di Kantor Badan Kesbanglinmaspol Pekanbaru. Karenanya, dia pun mengakui sangat keberatan sekali dengan sikap yang dilakukan oleh beberapa pegawai di Badan Kesbanglinmas tersebut. Dikatakannya, mahasiswa yang seharusnya dibantu, malah dimintai bayaran ketika pembuatan surat selembaran tersebut. "Kami mahasiswa jelas merasa keberatan, karena kami sangat butuh surat itu untuk syarat penyelesaian tugas akhir kami. Tetapi, tiba-tiba mereka minta, terpaksa juga kami kasih uangnya dengan terpaksa," ujarnya. Ceritera dan pengalaman yang sama juga terjadi pada Asyari Abdullah. "Saya awalnya terkejut mendengar ucapan pegawainya yang mengatakan tinggalkan uang administrasinya berapa saja, sukarela. Ya terpaksa dengan berat hati saya keluarkan uang juga," kata mahasiswa jurusan Komunikasi UIN Suska tersebut. Asary menambahkan, tindakan para pegawai di Kantor Badan Kesbanglinmaspol tersebut sudah melanggar aturan yang berlaku. Sebelumnya Kepala Badan Kesbanglinmaspol Kota Pekanbaru melalui Sekretarisnya Saharuddin mengungkapkan, pihaknya sudah menginstruksikan kepada seluruh pegawainya, tidak ada pungutan apa pun terhadap mahasiswa yang mengurus surat riset. Namun ia juga menambahkan, jika mahasiswa memberikan, tidak ditolak. "Tapi jangan ada yang meminta kepada mahasiswa," tegas Saharuddin. (M036/Y008) |
| Belajar saat subuh banyak manfaat bagi pelajar Posted: 16 Jan 2012 06:17 PM PST
Berita Terkait Video Terkait "Waktu subuh merupakan saat yang efektif untuk mengulang pelajaran, karena waktu itu pemikiran belum dipengaruhi oleh sesuatu yang dapat menyebabkan daya tangkap otak berkurang," kata Prima, Selasa. Ia menambahkan, saat bangun subuh daya tangkap otak sangat baik utuk mengingat, sehingga saat seperti itu pelajar bisa memanfaatkannya untuk mengulang pelajaran. Saran tersebut juga disampaikanya bagi pelajar yang akan menghadapi Ujian Nasional (UN) di sekolah yang dipimpinnya, sebab berdasarkan pengalaman yang diterapkanya di sekolah tersebut pada UN tahun 2011, setelah anak didiknya menerapkan hal itu dapat lulus 100 persen. Bagi pelajar yang akan mengikuti UN tahun 2012 ini, kepala sekolah tersebut juga menyarankan agar selain mengulang pelajaran pada saat subuh, diikuti dengan membahas soal-soal UN yang ada dalam lima tahun terakhir, untuk meningkatkan kemampuan pemahaman terhadap soal. Untuk SMK II Kota Padang sendiri, kepala sekolah tersebut menargetkan 214 orang anak didiknya bisa lulus 100 persen dengan belajar lebih giat dari sekarang, dan menerapkan pola pembelajaran yang telah dilakukan pelajar lain pada tahun sebelumnya. Sehubungan dengan itu, selain mengulang pelajaran dan membahas soal, dia juga mengimbau agar anak didik dapat melaksanakan Shalat Tahajjud, yang berguna untuk meningkatkan kecerdasan spiritual dan pengontrol emosional dalam kehidupan sehari-hari, serta menekan prilaku kekerasan di kalangan remaja yang disebabkan faktor kurangnya pengontrolan emosi pada rentang usia tersebut. "Kita berharap hal itu dapat diterapkan oleh semua pelajar yang ada di Kota Padang, tidak hanya di sekolah ini, sebab banyak manfaatnya bagi meraka," jelasnya. Prima menambahkan, untuk itu peran orangtua yang bertanggung jawab mengawasi anak di rumah diharapkan dapat mendukung hal tersebut. "Tentunya yang paling berpengaruh untuk dapat mendorong pelajar melakukan hal tersebut adalah orangtua di rumah, dan kita berharap setiap orangtua dapat mengingatkan anaknya untuk bangun saat subuh, untuk beribadah, belajar, dan meningkatkan ilmu pengetahuan," tegasnya. Dengan penerapan bangun teratur di saat subuh kepala sekolah tersebut yakin, pelajar tidak akan merasa cemas dalam menghadapi UN, sebab telah terlatih dan paham apa yang harus dilakukannya. Editor: Ella Syafputri COPYRIGHT © 2012 Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com |
| UBH-UTM Malaysia gelar konferensi internasional konstruksi industri Posted: 16 Jan 2012 04:37 PM PST Padang (ANTARA News) - Program studi Teknik Ekonomi Konstruksi Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta (UBH) Padang bekerja sama dengan University Teknologi Malaysia (UTM) menggelar konferensi internasional tentang "Konstruksi industri 2012". Konferensi dengan nama "The 3rd International Conference on Construction Industry 2012", digelar dalam rangka meningkatkan kerja sama UBH-UTM yang sudah lama terjalin dengan baik selama ini, kata Ketua Panitia Konferensi, Zulherman ST MSc di Padang, Senin. Kegiatan yang akan dilaksanakan 9 hingga 11 April 2012 itu mengambil tema "Governance and Best Practice towards Growth of Sustainable Construction", tambahnya. Ia menjelaskan, penyelenggaraan konferensi tersebut adalah sebagai forum ilmiah bagi masyarakat konstruksi yakni, para praktisi, akademisi dan birokrasi, dalam menyampaikan gagasan, perkembangan atau isu terkini dalam sektor industri konstruksi. Ia menambahkan, dalam konferensi itu dibahas sekitar 14 isu berkaitkan dengan kemajuan dunia konstruksi industri. Isu tersebut yakni, Disaster Management, Redressing and Recontructing Built, Suistinable in Build Environment, Human Behavior In Build Environment, Economics of Contruction, Architecture of the Past Present and Future, Planning of the 3rd World Cities. Kemudian, isu tentang Contruction Project Management, Asset and Facility Management, Contruction Education and Training, Building Information Modelling, Green Technologi and Energy Efficiency, Fishieris and Marine Technology, Economic Development. Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UBH Hendri Warman, mengatakan dalam konferensi ini akan ada sejumlah agenda pendamping yang akan di apungkan sebagai bentuk konstribusi UBH pada daerah Sumbar. Kontribusi tersebut berupa kerja sama pendidikan dan bentuk "education meeting" dan "education expo" yang akan diikuti oleh beberapa Perguruan Tinggi dari Malaysia. Kemudian, Contraktor Meeting, yakni pertemuan antara kontraktor-kontraktor Malaysia dengan Indonesia, tambahnya. Peserta konferensi berasal dari kalangan akademisi, praktisi dan birokrasi bidang konstruksi nasional dan mancanegara. Konferensi akan dibuka Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sekaligus sebagai pembicara kunci dalam kegiatan ini, katanya. (H014/R010) |
| You are subscribed to email updates from ANTARA News - Nasional - Pendidikan To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |