70 persen rektor alumni penerima beasiswa Supersemar - Pendidikan Antara |
- 70 persen rektor alumni penerima beasiswa Supersemar
- Menpora sosialisasikan mengolahragakan pesantren di Makassar
- Wartawan senior jadi PR II UMP
| 70 persen rektor alumni penerima beasiswa Supersemar Posted: 14 Jan 2012 10:26 PM PST Jakarta (ANTARA News) - Ketua Umum Keluarga Mahasiswa dan Alumni Penerima Beasiswa Supersemar (KMA-PBS) Eddy Djauhari menyatakan bersyukur sekitar 70 persen rektor perguruan tinggi di Indonesia adalah alumni penerima beasiswa Supersemar. "Kami punya data dan informasi, sekitar 70 persen rektor perguruan tinggi negeri dan swasta di Tanah Air adalah alumni penerima beasiswa Supersemar. Kami bersyukur beasiswa tersebut telah turut memberi andil bagi kemajuan pendidikan anak bangsa," kata Ketua Umum KMA-PBS kepada ANTARA di Jakarta, Minggu Eddy menyebutkan beberapa nama alumni penerima beasiswa Supersemar yang menjadi pimpinan perguruan tinggi di Indonesia, di antaranya Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. (Rektor Universitas Islam Indonesia Yogyakarta) dan Prof. Dr. Ir. Sugeng P. Harianto, M.S. (Rektor Universitas Lampung). Nama lainnya adalah Prof. Dr. Donald A.Rumokoy, SH, MA (Rektor Universitas Sam Ratulangi Manado), Prof. Ir. Frans Umbu Datta, Ph.D. (Rektor Universitas Nusa Cendana Kupang Nusa Tenggara Timur), dan Prof. Dr. Arismunandar, M.pd. (Rektor Universitas Negeri Makassar). Ketua Umum KMA-PBS juga menyebutkan nama-nama tokoh nasional alumni penerima beasiswa Supersemar, di antaranya Prof. Dr. Mahfud Md. (Ketua Mahkamah Konstitusi), Prof. Dr. Mohammad Nuh (Menteri Pendidikan), Prof. Dr. Nasaruddin Umar (Wakil Menteri Agama) dan Prof. Yohannes Surya, Ph.D (Fisikawan yang telah berulangkali membawa putera-puteri Indonesia menjadi juara di Olimpiade Fisika). "Banyak pula alumni penerima beasiswa itu yang kini sukses berkiprah di sektor swasta, dan ada pula yang menjadi diplomat. Ke depan akan makin banyak alumni penerima beasiswa Supersemar yang berkiprah di bidangnya masing-masing untuk melaksanakan tugas mulia memajukan bangsa, terutama dengan mendorong kemajuan di sektor pendidikan," kata Eddy Djauhari. Menurut dia, Yayasan Supersemar berkomitmen untuk terus memberikan beasiswa kepada para mahasiswa dan pelajar di seluruh Indonesia sebagai perwujudan dukungan bagi kemajuan pendidikan generasi muda di Tanah Air. Beasiswa tersebut diberikan sejak dicanangkannya bantuan beasiswa oleh Yayasan Supersemar pada tahun 1974/1975. Beasiswa tersebut diberikan kepada para mahasiswa dari golongan masyarakat yang kurang mampu di bidang ekonomi, tetapi berprestasi tinggi dalam studi, selain juga diberikan kepada para siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Hingga akhir tahun 2011 Yayasan Supersemar yang didirikan oleh Pak Harto (Presiden Ke-2 Republik Indonesia) itu telah memberikan beasiswa kepada 1.473.963 orang, terdiri dari 472.390 orang yang telah lulus menjadi sarjana (S-1), 5.600 master/magister (S-2), 1.860 doktor (S-3), dan 994.212 lulus SLTA Kejuruan. |
| Menpora sosialisasikan mengolahragakan pesantren di Makassar Posted: 14 Jan 2012 12:40 PM PST Makassar (ANTARA News) - Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng mensosialisasikan programnya yakni "Mengolahragakan Pesantren" di Kampus II Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. "Selama saya menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga saya bertekad untuk membangun generasi pemuda yang berkualitas dan salah satu sasaran saya adalah pesantren-pesantren," ujarnya dihadapan para akademisi UMI Makassar, Sabtu. Ia mengatakan, program mengolahragakan pesantren merupakan salah satu rencana besarnya karena banyak potensi-potensi yang bisa dikembangkan dari pondok pesantren. Pembangunan karakter pemuda Indonesia bisa dilakukan dari sekolah, perguruan tinggi dan pondok pesantren. Pembangunan karakter itu tidak hanya didapatkan dari dalam ruangan kelas, melainkan kegiatan di luar kelas seperti olahraga dan pramuka. "Kami akan mendorong pesantren-pesantren untuk mengembangkan kegiatan keolahragaan dan kepemudaan, termasuk pramuka pada pesantren. Kegiatan ini merupakan program mengolahragakan pesantren yang mempunyai daya saing," katanya. Dengan program ini, dirinya yakin akan bisa melahirkan atlet-atlet yang berprestasi dan membawa nama harum bangsa ini di kancah internasional. Hal ini ditunjang dengan adanya pendidikan akhlak dan pembangunan karakter pemuda Indonesia yang lebih baik. Dirinya berharap agar semua komponen masyarakat bisa mendukung programnya ini agar menghasilkan generasi yang sehat dan berkepribadian. Ia menyatakan, generasi pemuda merupakan alat yang tepat untuk menata bangsa ini menjadi lebih baik, tetapi di tangan generasi muda juga bangsa ini bisa hancur. Ia mencontohkan, sejumlah mahasiswa atau pemuda yang menarik diri dari kelompok dan masyarakat lebih rentan mendapat pendidikan yang salah. Seperti halnya dengan banyaknya pemuda yang menjadi relawan bom bunuh diri dengan menggunakan simbol-simbol agama. "Coba lihat, yang paling banyak menjadi relawan bom bunuh diri itu kan para pemuda dan tidak ada orang tua yang menjadi relawan," ucapnya. Kenapa demikian, lanjut Alifian, karena pemuda yang seperti itu umumnya menarik diri dari masyarakat dan langsung dimanfaatkan oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab yang merusak tatanan demokrasi bangsa ini. "Coba bandingkan dengan pemuda-pemuda yang lebih banyak mengisi kegiatan itu pada kemasyarakatan, kemanusiaan dan keolahragaan. Hampir tidak ada pemuda seperti ini menjadi korban dari oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab," tuturnya. Karena itu, program mengolahragakan pesantren ini harus mendapat dukungan dari seluruh komponen masyarakat dan pemerintah untuk membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik. (T.KR-MH/F003) |
| Wartawan senior jadi PR II UMP Posted: 14 Jan 2012 03:50 AM PST Pelantikan tersebut berlangsung dalam Rapat Kerja Wilayah Majelis Kader serta Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pengurus Muhammadiyah Wilayah Kalteng, yang sekaligus juga melantik PR I, II dan III UMP. Pembantu Rektor I yang juga turut dilantik adalah Drs H Supardi, M.Pd, sedangkan PR III dijabat Dr Sunedi, M.Pd, yang kegiatannya disaksikan Wakil Gubernur Kalteng, Achmad Diran. Rektor UMP, Bulkani, mengatakan bahwa tiga figur yang dilantik tersebut merupakan salah satu kader terbaik yang dimiliki oleh Muhammadiyah sehingga dituntut untuk membawa perubahan yang baik dalam pendidikan di Universitas Muhammadiyah. "Seiring dengan perkembangan zaman, tantangan dalam dunia pendidikan semakin besar. Khususnya dalam membantu dan mendukung program Pemerintah Provinsi Kalteng untuk melaksanakan pemerataan pembangunan pada bidang pendidikan," ujarnya. Menurut dia, persaingan perguruan tinggi juga cukup menjadi motivasi bagi UMP untuk meningkatkan kualitasnya, baik dari segi sarana dan prasarana serta sumber daya manusianya. "Apalagi saat ini masyarakat juga menuntut agar dunia pendidikan di Kalteng harus bisa sesuai dengan kebutuhan dunia kerja yang mampu menciptakan SDM berkualitas serta profesional ketika lulus kuliah," ujarnya. Wagub Kalteng, Achmad Diran, mengutarakan bahwa peranan UMP juga diharapkan bisa menyaring budaya luar yang bisa merusak nilai-nilai moral masyarakat, khususnya para generasi muda yang sering kali menjadi target itu. "Salah satu budaya asing yang merusak moral bangsa adalah, seks bebas dan penggunaan narkotika. Sehingga diharapkan kemajuan pendidikan di Kalteng juga menjadi alat yang mempertahankan nilai moral, sosial dan budaya," tuturnya. Pihaknya berjanji akan terus mendukung program sekolah dan perguruan tinggi yang ada di Kalteng karena tugas tersebut juga merupakan kewajiban setiap sekolah dari jenjang taman kanak-kanak sampai dengan perguruan tinggi baik negeri atau swasta. |
| You are subscribed to email updates from ANTARA News - Nasional - Pendidikan To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |