559 warga Sumut tewas akibat Aids - Pendidikan Antara |
- 559 warga Sumut tewas akibat Aids
- Putri GKR Pembayun : Yogjakarta jadi provinsi cyber pertama
- DIY dapat kuota perbaikan 800 ruang kelas
- Mobil Esemka dorong percepatan penyerapan lulusan SMK
| 559 warga Sumut tewas akibat Aids Posted: 11 Jan 2012 06:28 PM PST Medan (ANTARA News) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara (Sumut) mencatat 559 orang tewas akibat penyakit "Acquired immune deficiency syndrome" (Aids) di provinsi itu sepanjang tahun 2011. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut dr Chandra Syafei, SOPG di Medan, Kamis, mengatakan jumlah korban tewas itu didapatkan dari sekitar 4.300 kasus HIV/Aids yang ditemukan di Sumut. Namun jumlah tersebut diperkirakan bisa lebih besar karena kemungkinan adanya penderita HIV/Aids yang meninggal dunia dan tidak terdata. Apalagi jumlah penderita penyakit mematikan tersebut belum sesuai dengan data yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan adanya 7.059 penderita HV/Aids di Sumut. Berdasarkan pendataan yang dilakukan bersama Dinkes kabupaten/kota dan berbagai organisasi yang peduli terhadap penyebaran HV/Aids di Sumut, sekitar 4.300 penderita penyakit mematikan itu yang terdata. "Berarti, masih ada 2.759 penderita lagi yang belum terdata," katanya. Menurut Chandra, berdasarkan data yang dimiliki Dinkes Sumut, 4.300 penderita HIV/Aids tersebut tersebar di 33 kabupaten/kota. Umumnya, penderita penyakit berbahaya itu banyak ditemukan di Kota Medan, Pematang Siantar, Kabupaten Deli Serdang, Tanah Karo, dan Toba Samosir. Untuk penanggulangan dan pengendaliannya, Dinkes selalu melakukan koordinasi dengan berbagai organisasi terkait seperti Komisi Penangulangan Aids Indonesia (KPAI) untuk melakukan penyuluhan ke berbagai daerah. |
| Putri GKR Pembayun : Yogjakarta jadi provinsi cyber pertama Posted: 11 Jan 2012 03:01 PM PST London (ANTARA News) - Putri sulung Sri Sultan Hamengkubowono X, GKR Pembayun, mengungkapkan bahwa ayahnya bermaksud menjadikan Yogyakarta sebagai provinsi cyber pertama, dengan akses Internet untuk semua orang. Hal itu diungkapkan Putri Pembayun saat memberikan keynote speech pada pertemuan The Education World Forum 2012 yang diadakan di gedung The Queen Elizabeth II Conference Centre, London, Inggris yang berlangsung selama tiga hari dari 9 hingga 11 Januari. Forum Pendidikan dihadiri sekitar 63 menteri pendidikan atau wakilnya di seluruh dunia, sementara Indonesia diwakili Atase Pendidikan KBRI T. A. Fauzi Soelaiman, mendapat dukungan Kantor Luar Negeri dan Persemakmuran Inggris, Departemen Pendidikan, Departemen Inovasi Bisnis dan Keterampilan, British Council dan mitra industri diantaranya Microsoft dan Intel. "Saya diminta untuk mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Mohammad Nuh yang tidak dapat hadir," ujar Atase Pendidikan KBRI T. A. Fauzi Soelaiman kepada ANTARA London, Rabu malam. Dalam forum pendidikan dunia "Education World Forum 2012" bertema "Learning from the best for a world of change," Putri Pembayun mengawali sambutannya dengan menyapa peserta dengan ucapan "Selamat sore, good afternoon in Indonesian. My name is Gusti Pembayun, I am the daughter of the Sultan of Yogyakarta," ujar Pembayun. Dikatakannya Yogyakarta adalah sebuah kota tua dan kabupaten yang terkenal terletak di pulau Jawa yang paling padat penduduknya. Yogjakarta yang sering disebut dengan "ring of fire," di mana gunung berapi menjadi pemandangan yang sangat dominan. Letusan secara teratur membuat masyarakat ketakutan. Gunung Merapi merupakan gunung api yang paling aktif dengan resiko sangat tinggi. Dikatakannya mungkin anda bertanya-tanya apa mungkin seorang putri kuno dari Kesultanan Jawa memberi sambutan dalam pertemuan penting dan dihadiri orang-orang penting begitu banyak dalam bidang pendidikan, ujar Putri Pembayun. "After all you are here to learn about the newest rather than traditional aspects in education," ujar Putri Pembayun yang menyebutkan bahwa ia diminta untuk memberikan sambutan dalam forum pendidikan dunia . Menurut Pembayun, selama perang Napoleon from 1811-1814 Inggris Sir Thomas Stamford Raffles mengendalikan Indonesia sebelum menemukan Singapura dan Pangeran Charles sering berkunjung ke Indonesia. Dalam pertemuan itu Putri Pembayun menjelaskan Indonesia terdiri dari lebih dari 17.000 pulau dan hanya 6.000 pulau yang dihuni dan merupakan negara terpadat keempat di dunia. Indonesia memiliki sumber daya alam yang luas dan saat ini salah satu pertumbuhan ekonomi tercepat di seluruh dunia dan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. "Kami juga diberkahi dengan mega biodiversity dan berbagai budaya yang bervariasi . Meskipun aspek-aspek positif, namun, pada saat yang sama juga menghadapi banyak tantangan," ujar Putri Pembayun . Misalnya Indonesia penyumbang terbesar ketiga untuk pemanasan global setelah China dan Amerika Serikat, tetapi bertentangan dengan negara-negara industri emisi 80 persen berasal dari kerusakan alam terutama deforestasi lahan gambut hutan yang merupakan rumah dari orangutan. "Kami khawatir ... karena dengan negara pulau harus membayar harga tinggi untuk perubahan iklim," ujarnya. Menurut Putri Pembayun, Indonesia negeri kepulauan yang kaya berada di khatulistiwa dengan berbagai masalahnya serta peluang dan curah hujan serta matahari jelas pendidikan sangat penting untuk masa depan kami. Pulau Jawa, memiliki lebih dari 140 juta orang, mewakili 57 persen dari populasi Indonesia, dimana sekitar 45 juta siswa terlibat dalam program pendidikan. Progresif dalam Pendidikan "Distrik kami, Yogyakarta, memimpin agenda pendidikan di Indonesia, saat ini dengan 136 lembaga pendidikan tinggi, 2,035 sekolah, dan hampir satu juta siswa," ujar menambahkan anak muda perlu dipersiapkan dengan keterampilan yang akan menjamin mereka pekerjaan, penghasilan dan pemahaman tentang masa depan yang berkelanjutan. Dalam dunia yang semakin terhubung, pekerjaan ini harus berorientasi juga melampaui batas-batas fisik kita. "Keluarga saya memiliki garis keturunan kerajaan lama. Ayah saya Sultan Hamengku Buwono X, adalah gubernur, yang mewakili pemerintah untuk wilayah khusus Yogyakarta, pemimpin tradisional dan dihormati jutaan orang Jawa. Meskipun kami berasal dari keturunan kerajaan tua ayah saya sangat progresif dalam pendidikan. Saya berharapan teknologi modern akan dapat mengubah kehidupan orang-orang muda dan Yogyakarta terus menjadi pusat dan pemimpin dalam dunia pendidikan terbaik di Indonesia. Dengan bantuan dari Microsoft, saat ini lebih dari 50 persen sekolah terhubung dengan Internet, dan kami akan terus meningkatkan akses ke teknologi dan dunia melalui peluang online yang sangat cepat. "Ayahku bermaksud untuk Yogyakarta menjadi provinsi cyber pertama, dengan akses Internet untuk semua orang. Konektivitas di pulau Jawa dapat meningkat dengan cepat dan kesempatan bagi kaum muda untuk terlibat dalam pengalaman belajar baru yang terus meningkat. Konektivitas, bagaimanapun, merupakan sarana untuk mencapai tujuan yang sebenarnya adalah menemukan cara bahwa teknologi dapat memungkinkan orang-orang muda di sekolah-sekolah untuk belajar lebih, untuk belajar dengan cara yang lebih baik, dan untuk memahami konsep dan tingkat kompleksitas mereka tidak dapat mencapai tanpa teknologi. Sementara kami ingin Jawa menjadi kompetitif untuk itu kami perlu berkolaborasi. Sebuah Jawa kuno mengatakan "Ngangsu banyuing kranjang" memberitahu kita untuk tidak membawa air dalam keranjang anyaman. Jadi kita ingin mendapatkan yang benar dari awal. Pada akhir sambutannya Putri Pendayum mengutip pribahasa kuno "Tut wuri handayani", atau di Jawa asli: "ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani", Marilah kita semua menjadi guru, demikian Putri Pendayum. Atase Pendidikan KBRI T. A. Fauzi Soelaiman, mengatakan bahwa Forum Pendidikan Dunia 2012 itu secara resmi ditutup putra Ratu Inggris, Pangeran Andrew. The Duke of York dalam jamuan makan malam yang dihadiri oleh seluruh peserta. (ZG) |
| DIY dapat kuota perbaikan 800 ruang kelas Posted: 11 Jan 2012 02:11 AM PST Yogyakarta (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mendapatkan kuota 800 ruang kelas dalam program dana bantuan perbaikan sekolah dari pemerintah pusat. "Hanya Kabupaten Bantul yang tidak memperoleh bantuan dana perbaikan ruang kelas yang rusak, karena seluruh ruang kelas di kabupaten tersebut sudah diperbaiki pascagempa bumi 2006," kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga DIY Baskara Aji di Yogyakarta, Rabu. Menurut dia, masing-masing kota/kabupaten di DIY, yaitu Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Gunung Kidul akan memperoleh kuota yang sama yaitu 200 ruang kelas. Ruang kelas yang akan diprioritaskan untuk memperoleh dana perbaikan adalah sekolah dasar dan sekolah menengah pertama sebagai upaya mendukung program wajib belajar sembilan tahun. Namun demikian, lanjut dia, kuota tersebut akan disesuaikan dengan kondisi di masing-masing daerah tingkat dua karena sekolah baru bisa dinyatakan layak menerima bantuan apabila minimal ada tiga ruang kelas yang rusak. "Tingkat kerusakannya pun minimal 45 persen atau mengalami kerusakan berat. Jika kerusakannya kurang dari itu, maka perbaikan ditanggung oleh pemerintah daerah," katanya. Penilaian mengenai tingkat kerusakan ruang kelas jug harus melibatkan masing-masing komite sekolah yang kemudian hasilnya dilaporkan ke Dinas Pendidikan di kota/kabupaten setempat. "Dinas Pendidikan kota/kabupaten akan membuat tim untuk melakukan penilaian tingkat kerusakan sebelum mengusulkan ke pemerintah pusat," katanya yang juga akan melakukan pengawasan dalam pembangunan ruang kelas. Pendataan ruang kelas rusak sudah harus dapat diselesaikan pada Februari, sehingga proses perbaikan ruang kelas dapat diselesaikan secepatnya. Jumlah dana maksimal yang akan diterimakan untuk tiap ruang kelas adalah Rp93,125 juta namun dana yang diberikan akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan bangunan. "Jika tingkat kerusakannya 100 persen, maka dana akan diberikan semua. Tetapi jika kerusakannya kurang dari itu, maka dana yang diberikan pun disesuaikan dengan tingkat kerusakan," katanya. Selain memperoleh dana perbaikan ruang kelas, sekolah pun akan memperolen dana pengadaan mebeler ruang kelas sebesar Rp15 juta. "Asumsinya, ada tiga ruang kelas yang rusak. Setiap ruang kelas memperoleh dana Rp5 juta sehingga dana yang akan diberikan Rp15 juta," katanya. (E013/E001) |
| Mobil Esemka dorong percepatan penyerapan lulusan SMK Posted: 11 Jan 2012 12:46 AM PST Semarang (ANTARA News) - Pembuatan mobil Esemka dipastikan akan mendorong percepatan penyerapan kerja lulusan SMK yang sebelumnya bisa menyentuh hingga 80 persen. "Tahun lalu penyerapan lulusan SMK untuk yang negeri bisa mencapai 80 persen, sementara SMK swasta sekitar 60 persen," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin di Semarang, Rabu. Jika dilihat dari masa tunggu penyerapan kerja setelah lulus sekolah, tahun lalu masa tunggu untuk lulusan SMK negeri setengah tahun, sedangkan lulusan SMK swasta berkisar sembilan bulan hingga satu tahun. Ia optimistis dengan adanya ketrampilan siswa membuat mobil Esemka, akan dapat mendorong penyerapan tenaga kerja dari lulusan SMK. Apalagi selain ketrampilan membuat mobil Esemka, para siswa juga mahir membuat personal computer (PC), notebook, LCD TV, hingga sepeda motor. Di Semarang yang ditunjuk untuk pengerjaan mobil dan keahlian lain tersebut yakni SMK 1 dan SMK 7 Semarang. "Untuk mobil Esemka berupa minitruk sudah ada yang laku dijual, begitu juga dengan produk lainnya," katanya. |
| You are subscribed to email updates from ANTARA News - Nasional - Pendidikan To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |