UII Yogyakarta peringkat pertama PTS di DIY - Pendidikan Antara |
- UII Yogyakarta peringkat pertama PTS di DIY
- HIMA FE UMY selenggarakan olimpiade akuntansi
- Mahasiswa minta pengelola keuangan Unsulbar Majene diaudit
- Dewan Pendidikan Sulbar minta sertifikasi guru swasta diperhatikan
- Pemkab Batanghari naikkan insentif guru daerah terpencil
| UII Yogyakarta peringkat pertama PTS di DIY Posted: 09 Jan 2012 03:15 PM PST Yogyakarta (ANTARA News) - Universitas Islam Indonesia Yogyakarta menempati peringkat pertama perguruan tinggi swasta terbaik di Daerah Istimewa Yogyakarta, dan peringkat kedua di Indonesia berdasarkan pemeringkatan "4 International College and Universities". "Capaian itu merupakan hasil yang menggembirakan, karena membuktikan konsistensi Universitas Islam Indonesia (UII) sebagai perguruan tinggi swasta (PTS) terbaik di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)," kata Rektor UII Edy Suandi Hamid di Yogyakarta, Senin. Menurut dia, UII selama ini melihat bahwa pemeringkatan yang digunakan oleh "4 International College and Universities" (4ICU) dan lembaga lainnya sebagai "benchmarking" dalam upaya pengembangan pelayanan kampus, bukan tujuan akhir. Dengan demikian, kata dia, yang dilakukan UII bukan mengejar peringkat, melainkan memberikan penguatan kepada badan dan unit terkait agar sebagai sebuah institusi pendidikan mampu memenuhi standar internasional yang menjadi acuan tersebut. Ia mengatakan pencapaian standar internasional itu merupakan aspek penting dan mutlak yang harus dipenuhi untuk mempersiapkan UII yang diterima secara internasional. "Dengan mencapai standar tersebut akan mudah bagi UII untuk berpartisipasi dalam pendidikan kelas dunia sesuai dengan visi dan misi universitas," kata Edy. Menurut dia, 4ICU merupakan mesin pencari dan direktori nonkomersial untuk 11.000 lembaga pendidikan tinggi di 200 negara. Perankingan dilakukan dengan menggunakan metode algoritma dan didasarkan pada tiga mesin pencari independen seperti "google page rank", "majestic", dan "alexa traffic rank". "Hal itu berbeda jika dibandingkan dengan penilaian yang dilakukan lembaga pemeringkatan Webometrics yang dilakukan terhadap empat parameter utama, yakni `size`, `visibility`, `rich files`, dan `scholar`," kata Edy. (B015*H010/M008) |
| HIMA FE UMY selenggarakan olimpiade akuntansi Posted: 09 Jan 2012 03:10 PM PST Yogyakarta (ANTARA News) - Himpunan Mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menyelenggarakan Olimpiade Akuntansi Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan se-Daerah Istimewa Yogyakarta. "Olimpiade itu diselenggarakan di Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada 29 Januari 2012. Pendaftaran peserta dibuka hingga 26 Januari 2012," kata Ketua Panitia Penyelenggara Olimpiade Akuntansi SMA dan SMK se-DIY, Haris Muchlisin di Yogyakarta, Senin. Menurut dia, olimpiade diawali babak penyisihan dengan mengerjakan 75 soal pilihan ganda dan akan diambil masing-masing 10 peserta SMA dan SMK, kemudian semi final dengan 50 soal dan akan diambil lima peserta dari SMA dan SMK, dan "grand final" dengan lima soal berbentuk esai dan akan diambil masing-masing dari SMA dan SMK pemenang pertama, kedua, dan ketiga. Dalam olimpiade itu pemenang akan meraih beberapa penghargaan, yakni pemenang pertama mendapatkan piala Gubernur DIY, uang sebesar Rp1 juta, sertifikat, dan masuk UMY tanpa tes, pemenang kedua (piala, uang Rp750.000, sertifikat), dan pemenang ketiga (piala, uang Rp500.000, sertifikat). Ia mengatakan, dengan adanya olimpiade itu para siswa SMA dan SMK diharapkan dapat termotivasi untuk terus mengasah kemampuannya di bidang akuntansi. "Kami berharap olimpiade itu dapat memberikan motivasi bagi para siswa dan penghargaan yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya demi masa depan siswa," katanya. Menurut dia, saat ini prinsip "good governance" yang meliputi partisipasi, transparansi, dan akuntabilitas bukan hanya diterapkan di wilayah pemerintahan, tetapi juga harus ditanamakan melalui komunitas pendidikan sekolah. "Salah satu caranya adalah dengan mendorong mereka mengikuti kompetisi yang dilakukan oleh pihak internal maupun eksternal sekolah," katanya. Ia mengatakan, selain untuk menanamkan prinsip-prinsip tersebut kompetisi itu juga memiliki tujuan yang positif bagi para siswa yang mengikutinya. "Tujuan yang ingin dicapai dalam olimpiade itu adalah dapat menumbuhkan iklim kompetisi yang sehat dalam diri siswa, mendapatkan pengetahuan, dan mengasah kemampuan mereka lebih dalam mengenai akuntansi," kata Haris. (B015*H010/H008) |
| Mahasiswa minta pengelola keuangan Unsulbar Majene diaudit Posted: 09 Jan 2012 02:16 PM PST Majene, Sulbar (ANTARA News) - Sebanyak 500 mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) Kabupaten Majene, mendatangi kantor Bupati Majene dan meminta pengelola keuangan dan yayasan Unsulbar diaudit atas penggunaan anggaran kampus 2008-2011. Tuntutan untuk dilakukan audit disampaikan di hadapan seluruh pihak pengelola dan pihak yayasan Unsulbar oleh sejumlah perwakilan mahasiswa yang ditunjuk sebagai juru bicara di Majene, Senin, dengan harapan pihak kampus segera mengabulkan permintaan mahasiswa. Firman, perwakilan mahasiswa Unsulbar mengatakan, sejak 2008, pihak pengelola keuangan Unsulbar setidaknya telah menerima uang dari pembayaran SPP mahasiswa sebesar Rp7 miliar lebih, namun hingga saat ini mahasiswa belum pernah merasakan dampaknya. "Setidaknya, ada peningkatan yang dilakukan pengelola keuangan dengan uang miliaran rupiah yang telah diserahkan kepada pihak kampus, jangankan fasilitas bangunan, pembayaran honor kepada sebagian besar dosen dan staf Unsulbar saja selalu tersendat sejak 2008 hingga sekarang," ungkapnya. Menurut dia, biaya yang dikelola tersebut belum termasuk subsidi atau sumbangan yang diserahkan oleh lima pemerintah kabupaten di Sulbar dan Pemprov Sulbar yang juga telah berkomitmen memajukan Unsulbar dengan memberikan dukungan anggaran melalui APBD setiap tahun. Bahkan, sumbangan yang telah diserahkan Pemprov Sulbar telah mencapai Rp5 miliar, disalurkan kepada pengelola keuangan Unsulbar secara bertahap sejak tahun 2010 hingga 2011. Belum termasuk sumbangan tiap kabupaten yang juga telah berkomitmen akan mengalokasikan anggaran guna mempercepat pembangunan Unsulbar. "Sangat kami sayangkan, seharusnya ada langkah maju yang bisa kami rasakan dengan kewajiban pembayaran yang kami keluarkan selama ini. Namun buktinya, kampus yang mengelola sekitar 4.000 mahasiswa itu hanya dilengkapi 10 ruangan kelas," ungkap mahasiswa. Menanggapi paparan mahasiswa, Bendahara Umum Unsulbar, Saggaf Katta mengatakan, usulan audit itu bisa saja dilakukan jika ada persetujuan dari ketua yayasan Unsulbar yang merupakan pemegang kebijakan tertinggi atas pengelolaan keuangan. Terkait dugaan dan usulan mahasiswa, dia mengaku pihaknya dalam mengelola keuangan telah mengalokasikan seluruh kebutuhan yang diharapkan mahasiswa, namun masih terdapat banyak kendala teknis yang mengakibatkan pembangunan Unsulbar untuk sementara masih terhambat. "Beberapa aset berupa tanah yang dimiliki Unsulbar masih bersengketa dengan pihak lain sehingga pembangunan yang kita rencanakan belum bisa terlaksana. Hal itu menunjukkan bahwa anggaran yang kami kelola tetap tersalurkan namun belum bisa terealisasikan," jelasnya. Saggaf juga mengaku, anggaran yang diterima baik dari mahasiswa maupun sumbangan dari pihak ke tiga telah dimaksimalkan melengkapi fasilitas, di antaranya pengadaan beberapa unit mobil kampus untuk menunjang operasional dan mobilitas tenaga pengajar. (AAT/F003) |
| Dewan Pendidikan Sulbar minta sertifikasi guru swasta diperhatikan Posted: 09 Jan 2012 02:10 PM PST Mamuju (ANTARA News) - Dewan Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat meminta agar guru swasta yang ada di daerahnya diperhatikan pemerintah pusat. "Kami menganggap pemerintah pusat tidak adil dalam memperhatikan guru swasta yang ada di negeri ini,"kata Ketua Dewan Pendidikan Sulbar, Hasan Sulur, di Mamuju, Senin. Karena kata dia, nasib pendidikan guru swasta yang ada di Provinsi Sulbar tidak diperlakukan sama dengan guru yang ada di sejumlah daerah di Indonesia. Ia mengatakan, melalui Undang Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, pemerintah di tingkat pusat telah mendaftar sekitar 20.000 guru swasta dari 600.000 guru swasta yang di Indonesia. Menurut dia, guru swasta itu didaftarkan pada direktorat pendidikan tinggi kementrian pendidikan dalam rangka untuk mendapatkan sertifikasi untuk diberikan hak mendapatkan tunjangan. Tetapi, kata dia, dari 20.000 guru yang didaftarkan mendapatkan sertifikasi tersebut hanya sekitar 40 orang guru di Sulbar yang diberikan kesempatan untuk disertifikasi seperti guru swasta di Indonesia itu. Sehingga lanjut dia, jumlah guru swasta yang minim di Sulbar mendapatkan sertifikasi dianggap tidak adil, karena di Sulbar juga terdapat ratusan sekolah swasta dengan jumlah guru ribuan yang juga perlu mendapatkan sertifikasi agar dapat diberikan tunjangan untuk meningkatkan kesejahteraannya. "Ini tidak adil mestinya guru swasta Sulbar yang disertifikasi lebih banyak dari jatah sertifikasi yang diberikan pemerintah, sehingga guru swasta yang disertifikasi pada tahun ini harus ditingkatkan jumlahnya oleh pemerintah pusat,"katanya. Ia meminta agar pemerintah pusat adil dalam memperlakukan guru swasta di Sulbar karena guru swasta di Sulbar juga telah banyak memberikan kontribusi bagi peningkatan pendidikan di daerah dengan memberikan pelayananan pendidikan kepada masyarakat. "Sulbar daerah baru dan terbungsu diantara 33 provinsi di Indonesia dan tertinggal dari segi pendidikan, mestinya pendidikan Sulbar diperhatikan pemerintah pusat dengan memberikan pelayanan soal kebijakan yang adil kepada tenaga pendidiknya," katanya. (MFH/Y006) |
| Pemkab Batanghari naikkan insentif guru daerah terpencil Posted: 09 Jan 2012 08:46 AM PST Jambi (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, pada 2012 akan menaikkan insentif guru yang bertugas di daerah terpencil. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batanghari Hadramin Nida ketika dihubungi di Muarabulian, Senin, mengatakan para guru tersebut akan menerima insentif Rp1 juta, naik dari sebelumnya Rp700 ribu. "Penambahan insentif itu merupakan inisiatif bupati setelah melakukan kunjungan kerja ke sejumlah daerah terpencil," katanya. Dia mengatakan, penambahan insentif itu bertujuan untuk memotivasi tenaga pendidik yang bertugas di daerah terpencil, sekaligus merupakan bentuk penghargaan kepada mereka yang mengabdi di daerah jauh dari kota. "Guru yang akan mendapatkan insentif masih yang berstatus sebagai pegawai negeri sipil (PNS), sedangkan untuk guru honor belum dialokasikan anggaran untuk mereka," katanya. Guru yang mendapatkan insentif itu adalah yang mengajar di empat sekolah, yakni di Desa Batu Sawar, Desa Kaos, Dusun Sialang Pungguk, dan Dusun Semangkat. Jumlahnya sekitar 20 orang. Keempat daerah itu memang masih sulit dijangkau. Semuanya berada di seberang sungai, dan mobilitas penduduk di sana masih relatif rendah. "Untuk bisa sampai ke lokasi itu, harus menggunakan perahu atau `ketek`, sedangkan biaya transportasi yang harus dikeluarkan untuk mencapai lokasi lumayan besar, terutama ke Desa Batu Sawar," katanya. Menurut dia, waktu tempuh ke daerah tersebut dari ibu kota Kabupaten Batanghari bervariasi, antara satu hingga tiga jam. Kesamaan daerah tersebut adalah sama-sama sulit dijangkau dan penduduknya masih sepi. Ia menambahkan, dengan adanya kenaikan insentif ini diharapkan bisa memotivasi guru yang mengajar di sana, dan tidak ada lagi pandangan bahwa mereka merupakan guru yang tersingkirkan. "Mereka mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah," katanya. (YJ/E005) |
| You are subscribed to email updates from ANTARA News - Nasional - Pendidikan To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |