Garam laut sama bahayanya dengan garam dapur - Sains Antara |
- Garam laut sama bahayanya dengan garam dapur
- 80 persen anak sekolah di china kurang tidur
- Mahasiswa ciptakan software pengawasan hutan
- 1.000 kontestan robot dunia siap berlaga di Jakarta
| Garam laut sama bahayanya dengan garam dapur Posted: 14 Dec 2011 09:19 PM PST Sea Salt Is As Harmful As Table Salt It is believed that sea salt and rock salt are a useful alternative of the regular table salt. The study of the Salt and Health company has shown there are no differences in the chemical composition of different varieties of salt. All of them contained 100% sodium chloride, which is dangerous in large quantities. According to the doctors from the Wolfson Institute of Preventive Medicine, the cooks do not behave quite honestly, promoting the use of sea salt or rock salt as a healthier option, containing important minerals. In its turn, the survey of more than 1,000 members of the Which? organization has found that about one in three respondents thinks rock salt and sea salt are healthier than table salt. But the producers of salt do not agree with the results of the research. According to them, the researchers did not provide a complete picture. Today, people eat too much salt (much more than a teaspoonful per day recommended by doctors), and it threatens with high blood pressure, the risk of strokes and congestive heart failure. Garam laut sama bahayanya dengan garam dapur Jakarta (ANTARA News) - Garam laut dan garam batu dipercaya berguna sebagai alternatif dari garam dapur. Namun, sebuah penelitian mengenai garam dan kesehatan telah menunjukkan bahwa tak ada perbedaan dalam komposisi kimia dari berbagai jenis garam. Semuanya ternyata mengandung 100 sodium klorit, yang berbahaya jika dikonsumsi dalam kuantitas besar. Menurut para dokter dari Wolfson Institute of Preventive Medicine, para koki tak cukup jujur karena mempromosikan penggunaan garam laut atau garam batu sebagai pilihan yang lebih sehat dan mengandung mineral penting. Survei yang dilakukan lebih dari 1000 anggota "Which?" menemukan bahwa sekitar satu dari tiga orang responden berpikir bahwa garam batu dan garam laut lebih sehat ketimbang garam dapur. Para pembuat garam tak sepakat dengan hasil penelitian itu.Menurut mereka para penliti tak menghasilkan gambaran yang lengkap. Saat ini, orang mengkonsumsi terlalu banyak garam (lebih banyak dari satu sendok teh per hari yang direkomendasikan dokter), Dan hal itu mengundang ancaman penyakit darah tinggi, risiko stroke dan kegagalan jantung kongestif. |
| 80 persen anak sekolah di china kurang tidur Posted: 14 Dec 2011 09:08 PM PST 80 persen anak sekolah di China kurang tidur Jakarta (ANTARA News) - Hampir 80 persen dari anak-anak sekolah di China ternyata mengalami kekurangan tidur, ungkap sebuah laporan. Waktu tidur untuk siswa sekolah dasar dan menengah pertama terus mengalami penurunan bertahun-tahun, Ungkap sebuah laporan penelitian Ten-Year Development of Chinese Youth and Children (1999-2010) yang dilansir oleh China Youth and Children Research Center. Waktu rata- rata tidur untuk siswa sekolah dasar pada hari sekolah sekitar tujuh jam dan 37 menit di tahun 2010, satu jam dan 22 menit berkurang ketimbang tahun 2005. Data itu menunjukan pada saat akhir pekan tujuh jam dan 49 menit,satu jam dan 47 menit kurang dibandingkan pada tahun 2005. Menurut Beijing News, Chu Hongqi, profesor dari Beijing Normal University, mengaitkan tren ini dengan banyaknya beban para pelajar dan tekanan dari orang tua dan sekolah untuk memperoleh hasil yang tinggi, seperti dikutip dari Chinadaily.com.cn. Para siswa di sekolah dasar dan menengah pertama di China banyak mengikuti les usai sekolah guna membantu mereka belajar dengan lebih baik. |
| Mahasiswa ciptakan software pengawasan hutan Posted: 14 Dec 2011 08:20 PM PST Takengon (ANTARA News) - Mahasiswa Fakultas Teknik Informatika Universitas Gajah Putih, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, berhasil membuat software pendeteksi pengawasan hutan dan pendokumentasian adat budaya Gayo. Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan UGP Zulfikar Ahmad menyatakan, temuan tiga software tersebut akan segera diseminarkan yang akan dihadiri Dr Jonas Debian, seorang pakar Linux dari Eropa. "Pakar Linux dari Denmark itu selama ini membantu mahasiswa FTI-UGP dalam penyempurnaan produk IT selama dua minggu," ujarnya. Software itu diberi nama "Pang Uten" yang merupakan alat deteksi kebakaran hutan dan penebangan liar tanpa satelit. Software lainnya diberi nama "Lelongohen" yang merupakan aplikasi optimalisasi titik penanaman kopi untuk menghasilkan kopi dengan cita rasa terbaik. Kemudian yang ketiga dinamai "Distro Deep-IX" yaitu sistem operasi berbasis Linux untuk mendokumentasikan adat dan budaya Gayo. Zulfikar Ahmad menjelaskan, "Pang Uten" adalah serangkaian alat yang dihubungkan dengan program komputer untuk menjaga hutan siang dan malam. "Alat tersebut akan segera mengirimkan informasi koordinat lokasi kejadian kebakaran atau penebangan ke pusat kendali, baik yang berada di sekitar lokasi kebakaran maupun di lokasi-lokasi yang jauh dari titik api," jelas Zulfikar. Sedangkan "Lelongohen" adalah program komputer yang ditanamkan padsa telepon seluler sehingga petani kopi dengan mudah tanpa harus belajar komputer atau tanpa mengakses internet, bisa mengetahui informasi cita rasa kopi yang diperoleh dari hasil penelitian Forum Kopi Aceh. Terakhir, "Distro Deep-IX" adalah program komputer mengenai budaya Gayo yang didalamnya berisi Wikipedia tentang Gayo dan game-game tentang adat suku Gayo. "Kita berharap alat temuan mahasiswa ini bisa bermanfaat bagi masyarakat," kata Zulfikar.(*) |
| 1.000 kontestan robot dunia siap berlaga di Jakarta Posted: 14 Dec 2011 07:34 AM PST Jakarta (ANTARA News) - Kalau bicara kata robot, asosiasi pikiran mengarah pada robot seperti di film-film, semisal R2T2 atau C3P0 di Star Wars. Robot bukan cuma seperti itu, melainkan sangat lekat dengan kehidupan kita ternyata dan anak-anak serta remaja punya daya kreasi luar biasa tentang itu. Adu konsep ide, kegunaan, kreativitas, dan aplikasi robot buatan anak-anak dan remaja dari berbagai sekolah di dunia akan terjadi di Jakarta dalam gelaran bertajuk Olimpiade Robot Internasional 2011 (IRO2011). 13 negara mengirim kontingennya termasuk 1.000 robot buatan masing-masing tim, yang terdiri dari murid-murid sekolah. Ke-13 negera itu mulai dari Amerika Serikat, Korea Selatan, India, China, Jepang, Filipina, hingga Indonesia sebagai tuan rumah. Kelas-kelas pesertanya adalah untuk siswa SD, SMP, dan SMA; dan mereka semua didampingi tim pendukung yang banyak berasal dari universitas-universitas ternama di negara masing-masing. "Jangan anggap remeh daya kreasi dan kemampuan intelektualitas anak-anak dan remaja itu. Ada lho, robot berutilitas membantu pekerjaan rumah buatan Korea Selatan yang berasal dari seorang anak perempuan, yang ingin membantu ibunya mengerjakan pekerjaan rumahnya," kata Ketua Panitia Pelaksana IRO2011, Santoso Gondowidjojo. Dari ide seorang anak itu, konsep yang terkandung kemudian diadopsi satu perusahaan manufaktur setempat yang kemudian mengembangkan robot sederhana itu. "Itu bukti bahwa robot dekat dengan kehidupan kita, masih sangat banyak yang lain lagi," katanya. Pada gelaran IR02011 kali ini, ada dua tambahan tema besar yang dilombakan, yaitu Robot Indonesiana dan Robot Penghemat Energi yang mengharuskan robot itu mampu menyelamatkan dan mengonservasi sumber daya energi dalam bentuk apapun. Biasanya --IRO2011 ini adalah kejuaraan serupa ke-13-- ada 12 kategori, yang secara umum dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu kategori robot terprogram dan robot kreatif. Kedua kategori itu merupakan hal-hal pokok yang lazim terkandung dari kreasi suatu robot. "Pada saatnya, akan terjadi tautan antara tataran konsep dan daya kreasi di tingkat ini dan dunia industri yang bisa mengembangkannya pada skala ekonomis sehingga bisa dinikmati masyarakat," kata Gondowidjodjo. Ide dan daya kreasi di dunia robotika ini sangat tidak terbatas. "Biasanya, kreasi robotika terjadi saat dijumpai masalah dan hal yang harus dipecahkan. Keunggulan anak-anak sekarang adalah mereka melek sekali dengan dunia informatika dan ini jadi modal sangat besar sekali," katanya. (ANT) |
| You are subscribed to email updates from ANTARA News - Teknologi - Sains To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |